Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Berita Kota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Kota. Tampilkan semua postingan

Rabu, Agustus 05, 2009

Situs Bersejarah Tangerang Nyaris Punah

Situs bersejarah di Kota Tangerang nyaris punah. Saat ini tinggal 13 situs yang masih tersisa di permukaan tanah dan tak terawat. Padahal situs tersebut seharusnya dilindungi karena mengandung nilai pendidikan dan bisa menjadi obyek wisata sejarah Kota Tangerang.


Situs bersejarah di Kota Tangerang nyaris punah. Saat ini tinggal 13 situs yang masih tersisa di permukaan tanah dan tak terawat. Padahal situs tersebut seharusnya dilindungi karena mengandung nilai pendidikan dan bisa menjadi obyek wisata sejarah Kota Tangerang.

Situs yang masih tersisa antara lain bekas benteng Belanda berbentuk limas, segi empat dan menara pantau di pinggir kali Cisadane, Jalan Kisamaun, Kali Pasir Kota Tangerang. Selain itu terdapat makam yang masih berada di atas permukaan tanah yang juga berada di pinggir kali Cisadane.

Dua situs lain berupa pintu gerbang milik Belanda di Jalan Daan Mogot, Batuceper, Kota Tangerang bertuliskan Leen Hoof dan Weer Gade.

Menurut Uyus Setyabakti, Sekretaris Koalisi Antar Generasi, tiga situs 'bentengan' yang tepat berada di pinggir kali Cisadane setengahnya kini berada di bawah permukaan air.

Situs yang merupakan cikal bakal nama Tangerang tersebut kini terancam rusak oleh pembangunan turab kali Cisadane. Sementara itu tiga situs bersejarah yaitu rumah tua 'Oei Ji San' dan rumah bola serta pabrik karet 'rubben klappen' di Karawaci telah jelas-jelas hilang.

Uyus Setyabakti menyayangkan hilangnya situs-situs tersebut. Menurutnya, pemerintah setempat seharusnya menyikapi dengan menerbitkan SK Walikota atau kepala daerah yang menyatakan bahwa situs tersebut milik Kota Tangerang atau pemerintah setempat.

"Perawatannyapun harus dibiayai oleh pemerintah setempat," kata Uyus Setyabakti kepada tangerangonline, Selasa (04/08/09).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Budaya serta Pariwisata Kota Tangerang, Tabrani, menyatakan telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menjaga situs-situs bersejarah tersebut.

"Untuk yang di pinggir kali Cisadane (makam), kita telah berkoordinasi dengan pelaksana proyek turab pelebaran kali Cisadane agar tidak merusak situs yang berada di sekitar lokasi," kata Tabrani melalui telepon

Sumber : www.tangerangonline.com
Selengkapnya...

Selasa, Agustus 04, 2009

Kota Tangerang memiliki 9 situ/danau

Jumlah situ di Kota Tangerang mengalami penurunan. Hal ini akibat perkembangan guna lahan terbangun. Jumlah situ di Kota Tangerang saat ini hanya tinggal 6 (enam) buah lagi itu pun dalam kondisi yang memprihatinkan. Jika tidak ada tindakan konservasi terhadap situ-situ yang tersisa tersebut, dapat dipastikan jumlah situ yang ada akan terus berkurang dan bukan suatu hal yang tidak mungkin keberadaan situ hanya ada dalam sejarah.

Situ adalah suatu wadah genangan air diatas permukaan tanah yang terbentuk secara alami rnaupun buatan, dengan sumber air yang berasal dari air tanah dan atau air permukaan. Situ merupakan salah satu bentuk kawasan lindung setempat (non-hutan). Situ memiliki berbagai fungsi penting, antara lain sebagai tempat parkir air dan kawasan resapan air, sehingga dapat mengurangi volume air permukaan (run off) yang tidak tertampung (penyebab banjir). Disamping itu, situ dapat dimanfaatkan sebagai irigasi, pengimbuh (recharge) air pada cekungan airtanah, cadangan air bersih, perikanan darat, sarana rekreasi, memperindah wajah kota maupun wisata alam.

Situ yang saat ini telah hanya menjadi sejarah adalah Situ Kompeni di Kecamatan Benda, Situ Plawad di Kecamatan Cipondoh dan Situ Kambing di Kecamatan Karang Tengah. Dari situ yang telah hilang ini, Situ Kompeni merupakan situ dengan area terluas mencapai 70 Ha.

Situ yang masih dapat kita nikmati keberadaannya sampai dengan saat ini adalah Situ Cipondoh di Kecamatan Cipondoh, Situ Gede di Kecamatan Tangerang, Situ Cangkring di Kecamatan Priuk, Situ Bulakan di Kecamatan Priuk, Situ Kunciran di Kecamatan Pinang dan Situ Bojong di Kecamatan Pinang. Situ Cipondoh merupakan situ dengan area terluas yang mencapai 142 Ha. Namun demikian, akibat proses alami atau proses non alami, luas areal situ ini semakin berkurang dan hingga saat ini hanya seluas 126,17 Ha. Kedalaman situ-situ ini berkisar antara 2,5 m - 3 m.

Akankah kita membiarkan situ-situ yang tersisa menjadi tinggal nama?atau kita lakukan penyelamatan situ dan pengembangan situ-situ baru yang dapat memberikan banyak kebaikan bagi kota kita tercinta..!?***

sumber : www.tangerangkota.go.id

Selengkapnya...

Rabu, Juli 29, 2009

SYAMSUL BLOG: Flu Burung Masih Ancam Kota

SYAMSUL BLOG: Flu Burung Masih Ancam Kota


Selengkapnya...

Pemkot Tangerang Siapkan Mental Pensiunan PNS

KOTA- Pemerintah kota (Pemkot) Tangerang sedang mempersiapkan mental 50 Pegawai Negri Sipil (PNS) yang akan memasuki masa pensiunnya pada tahun ini. Pemkot melakukan upaya pembekalan kewirausahaan bagi pensiunan untuk tetap berkarya dipenghujung usianya.

Hal demikian dilontarkan Wakil Walikota, Arief Wismansyah saat membuka pelatihan dan latihan (Diklat) Kewiraushaan Bagi Pegawai yang Akan Memasuki Masa Pensiun di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot).
"Pensiun bukan berarti selesainya masa bhakti seorang PNS, pensiun hanya merupakan proses perpindahan pola pengabdian kepada Bangsa, Negara dan masyarakat. Jadi tidak ada kata akhir untuk terus mengabdi dan berkarya bagi PNS hingga tutup usia," ujar Wakil Walikota, Arief Wismansyah saat membuka pelatihan dan latihan (Diklat) Kewiraushaan Bagi Pegawai yang Akan Memasuki Masa Pensiun di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot).

Diklat yang digelar selama empat hari dan diikuti 50 PNS yang akan memasuki masa pensiun itu, Wakil Walikota berpesan bahwa dalam berwirausaha jangan hanya terpaku pada persoalan modal. Sesungguhnya, modal hanyalah pelengkap dalam sebuah usaha, sebab modal utama dalam usaha telah Allah berikan kepada kita dalam bentuk akal dan pikiran.

Sementara itu, Ketua Panitia diklat Ida Zubaedah Lubis yang juga Kepala Bidang Diklat, dalam laporannya menyatakan perserta yang mengikuti diklat ini sebanyak 50 orang terdiri dari para pegawai dengan usia menjelang masa pensiun. Materi diklat meliputi materi umum, usaha tata boga, usaha laundry serta materi usaha salon. Tujuan pelatihan mempersiapkan pegawai memasuki masa pensiun dengan memberikan pilihan kegiatan usaha untuk mengantisipasi efek psikologis yang menyertai masa pensiun tersebut.

Diklat ini dimaksudkan untuk membuka wawasan dan menggali potensi kewirausahaan para pegawai yang memasuki masa pensiun, khususnya pada bidang tata boga, usaha salon kecantikan dan usaha laundry. "Diharapkan mereka akan menemui media aktualisasi diri dengan memanfaatkan segala potensi yang dimilikinya. Denganm metode paparan teori di gedung Cisadane dan praktek di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bisnis Pariwisata Sawangan Depok,

Sumber : www.tangerangonline.com
Selengkapnya...

Walikota Tangerang Minta Waspadai Konflik Horizontal

KOTA- Walikota Tangerang, Wahidin Halim meminta agar masyarakat Kota Tangerang menjaga keharmonisan dan mencegah timbunya konflik horizontal.

"Keaneka ragaman suku, agama dan ras di Kota Tangerang merupakan rahmat sekaligus sebagai potensi yang tak ternilai. Ketidakadilan dalam mengelola ekonomi, hukum politik dan kehidupan sosial dapat menjadi pemicu terganggunya kerukunan umat beragama,"katanya.

Wahidin juga mengatakan terjadinya gejolak masyarakat di beberapa tempat di Indonesia telah menimbulkan korban jiwa dan harta benda serta merusak harmonisasi yang sudah terbentuk sekian lama. Untuk itu ia meminta kerukunan umat beragama harus dijalin sebaik mungkin, karena jika tidak dikelola dengan baik maka berubah menjadi sesuatu yang tidak menguntungkan bagi kelangsungan persatuan dan kesatuan bangsa.

Tidak hanya itu saja, berbagai bentuk kecurigaan kelompok terhadap kelompok lain terus dipicu oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, sehingga masyarakat kehilangan panutan dari norma hidup berbangsa dan bernegara.

"Dari fenomena ini diharapkan melalui kegiatan sosialisasi peningkatan toleransi dalam beragama, diharapkan kepada para Tokoh agama, pemuda dan tokoh masyarakat yang hadir dapat memberi kesejukan kepada masyarakat lingkungannya untuk sama-sama menciptakan hubungan koordinasi dan komunikasi dengan etika dan budayayang santun di Kota Tangerang,"harapnya. (dini)

Sumber : www.tangerangonline.com
Selengkapnya...

Masyarakat Dapat Mencegah Penularan Influenza A H1N1

Masyarakat mempunyai andil besar untuk ikut mencegah penularan influenza A H1N1, yaitu dengan perilaku hidup bersih dan sehat diantaranya mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, dan melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar. Apabila ada gejala Influenza minum obat penurun panas, gunakan masker dan tidak ke kantor, ke sekolah atau ke tempat-tempat keramaian serta beristirahat di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari flu tidak juga membaik segera ke dokter.

Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat. Namun angka kematiannya sangat rendah yakni 0,4%.

Hal itu disampaikan Prof. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes tentang perkembangan kasus di Indonesia sampai tanggal 20 Juli 2009.

Untuk mencegah penyebarannya di Indonesia, upaya kesiapsiagaan tetap dijalankan yaitu : penguatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (thermal scanner dan Health Alert Card wajib diisi); penyiapan RS rujukan; penyiapan logistik; penguatan pelacakan kontak; penguatan surveilans ILI; penguatan laboratorium, komunikasi, edukasi dan informasi dan mengikuti International Health Regulations (IHR).

Upaya lainnya berupa community surveilans yaitu masyarakat yang merasa sakit flu agak berat segera melapor ke Puskesmas, sedangkan yang berat segera ke rumah sakit. Selain itu, clinical surveilans yaitu surveilans severe acute respiratory infection (SARI) ditingkatkan di Puskesmas dan rumah sakit untuk mencari kasus-kasus yang berat. Sedangkan kasus-kasus yang ringan tidak perlu perawatan di rumah sakit, tambah Prof. Tjandra.

Hari ini (20/07/09) kasus positif influenza A H1N1 bertambah lagi 15 kasus (5 laki-laki dan 10 perempuan). Mereka berasal dari RS/Dinkes Jakarta 6 orang, RS/Dinkes Provinsi Banten 6 orang, RS/Dinkes Provinsi Jawa Timur 1 orang, dari RS/Dinkes Provinsi Jawa Tengah 1 orang, dan dari RS/Dinkes Sumatera Utara 1 orang. Lima di antara mereka memiliki riwayat pergi ke luar negeri yaitu ke Malaysia (1 orang), Amerika (2 orang), dan Singapura (2 orang), kata Prof. Tjandra.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom.depkes.go.id.

Sumber : Departemen Kesehatan RI

www.tangerangkota.go.id

Selengkapnya...

MOS SMPN 12 Kota Tangerang Bantu 1.200 Mie kepada Yatim Piatu

MASA orientasi sekolah (MOS) yang digelar sekolah-sekolah memang seharusnya menjadi ajang penambahan pengetahuan praktis lingkup sekolahnya maupun berisi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Bukan kegiatan berunsurkan kekerasan yang tak berguna sama sekali.

Inilah yang dilakukan panitia MOS dibawah pengawasan dewan guru SMPN 12 Kota Tangerang. Sebanyak 400-an siswa-siswi baru SMPN itu selama MOS tiga hari pekan lalu diwajibkan membawa 3 bungkus mie instan, sehingga dalam tiga hari itu terkumpul 1.200 bungkus mie.

“Selanjutnya mie instan yang terkumpulkan dibagikan kepada warga kurang mampu di sekitar sekolah, 5 yayasan yatim piatu, dan yayasan sosial,” kata Hidayat, Guru Pembina Kesiswaan SMPN 12 Kota Tangerang, Selasa 28 Juli 2009.

Tujuannya adalah memotivasi para siswa baik yang lama maupun baru untuk selalu memiliki rasa empati kepada sesama yang kurang mampu. Tentu saja, pada saat dewasa nanti para siswa ini akan memiliki kepekaan sosial yang tinggi, sehingga hidup mereka kelak sedikit-banyak akan berguna masyarakat.

Yang pasti kegiatan MOS yang bermanfaat bagi masyarakat telah sesuai dengan visi membangun Akhlakul Karimah yang terus dipompakan Pemkot Tangerang ke seluruh lapisan masyarakat kota terdepan di Propinsi Banten itu.

Sudah 5 Tahun
Diakui Hidayat kegiatan MOS yang berujung pada bakti sosial ini telah dilakukan sekolahnya sejak 5 tahun lalu. Sebab itu, jangan heran bila baru saja pendaftaran siswa baru dilaksanakan proposal dari sejumlah yayasan yatim piatu dan yayasan sosial disampaikan ke panitia MOS.

Untuk MOS tahun ini yang menghimpun 1.200 bungkus mie instan telah disalurkan ke warga kurang mampu di sekitar sekolah melalui RT-RW, YPIS Umul Ilmi Sepatan Timur, YPI & PA Al-Syairiyah Pasar Kemis, Yayasan Al-Izami Sepatan, dan Yayasan Habbul Alwadul Wattoniyah Pasar Kemis. “Semua dibuatkan berita acaranya.”

Diinformasikan sekolah pun memberi bantuan uang transpotasi Rp 50.000 kepada pihak yayasan yang datang mengambil bantuan tersebut ke sekolah. Yang terakhir ini, kata Hidayat, diambil dari kas sekolah.

Disambut Senang Siswa
Para pelajar SMPN 12 Kota Tangerang pun menyambut positif kegiatan ini, apalagi mereka bisa menyaksikan sendiri penyerahan bantuan yang disampaikan secara bertahap kepada perwakilan yayasan yatim-piatu di sekolah pekan lalu.

Neneng, siswa SMPN 12 Kota Tangerang, mengungkapkan walaupun bantuan tak terlalu banyak tetapi jelas sangat bermanfaat bagi sesama yang tinggal di yayasan yatim-piatu dan yayasan sosial. Diharapkan kegiatan MOS ini akan terus dilakukan di setiap tahunnya. “Daripada kegiatan MOS yang tak berguna lebih baik serupa ini…”

Hidayat menginformasikan pihak sekolah berrencana akan menggelar kembali MOS serupa ini di tahun mendatang. Mudah-mudahan, kata dia, bantuan yang terkumpul lebih besar lagi sehingga bisa lebih banyak membantu sesama. ***

Sumber : www.Tangerangkota.go.id

Selengkapnya...

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

feedburner