"KEREN abis…" barangkali sepintas judul di atas akan sangat menarik minat pembaca untuk menyimak tulisan ringan di bawah ini. Tetapi, memang bukan dibuat-buat, para pejabat Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Pemkot Tangerang pada setiap Hari Jumat datang ke kantornya di Gedung Puspem Kota Tangerang dengan bersepeda-ria.
Jadi, biar keren sebut saja kebiasaan di akhir pekan berkantor itu, dengan nama Bicycle Tour de Office. “Kita sudah lakukan ini sejak tiga bulan lalu, sesaat Dinas Infokom diebntuk sesuai SOTK Pemkot Tangerang yang baru,” kata H. Saeful Rohman, Kepala Dinas Infokom Pemkot Tangerang.
Awalnya hanya beberapa pejabat saja di Dinas Infokom yang bersepeda-ria ini, kini jajaran kepala bidang pun turut serta. Sontak banyak rekan-rekan pejabat di Pemkot Tangerang mengacungkan ibu jarinya bagi kebiasaan para pejabat Dinas Infokom di hari Jumat yang menyehatkan jantung dan membugarkan tubuh itu.
Obsesi para pejabat Dinas Infokom atas soal ini adalah agar kebiasaan meraka ini bisa diturut-sertai para pejabat dan pegawai lainnya di Lingkup Pemkot Tangerang.
Biar jalan-jalan protokol dan jalan-jalan lingkungan yang dilewati menjadi ramai dengan bunyi, “kriiing… kriiing… kriiing…” dari bel sepeda para pejabat dan pegawai.
Tour Sepeda Wisata
Mau tahu sejauhmana aktifitas kegemaran bersepeda-ria mereka? Pembaca pasti akan terkejut, karena aktifitas mereka boleh dibilang rada-rada kesohor juga, karena di hari-hari libur panjang mereka biasa melakukan tour sepeda wisata sampai jauhnya puluhan kilometer.
Sebut saja, Tour de Bayah-Cibareno sejauh 35 km, lalu Tour de Cagak-Sumedang sejauh 30 km, atau Tour de Carita sejauh 65 km. Medan yang dilaluinya selain naik-turun, juga jalan mulus-jalan rusak, sampai belokan 90 derajat di sebuah turunan terjal. Konon ada satu di antara mereka yang sampai kebablasan masuk ilalang, akhirnya kudu diurut dahulu baru jalan lagi.
Kalau Kadis Infokom yang memang lebih senior urusan kayuh-mengayuh pedal sepeda, dia bisa menempuh dengan kecepatan rata-rata 25 km per jam. “Kalau saya enggak ketinggalan jauh, lho…” timpal Samsul, Kabid Telematika Dinas Infokom Pemkot Tangerang.
Ato Nuryanto, Kabid Postel Dinas Infokom memaparkan dirinya pun tak terlalu payah dibandingkan Kadis Infokom. “Ada lagi yang lebih payah, sampe-sampe di jalan menanjak, sepedanya didorong, “ha… ha… ha…” semuanya tertawa. Namun tampang mereka di sepeda lengkap dengan helm dan kaos special touring bicycle memang mirip pembalap-pembalap sepeda beneran.
Yang pasti, semua kegarangan dan kepayahan para pejabat ini dalam menaklukan setiap medan terrekam orisinal kamera yang dibawa Asep Tahyudin, staf Dinas Infokom yang sempat hasil rekamannya diperlihatkan kepada penulis. Medan turut-naik dengan kerindangan pohon yang subur mirip hutan memang terlihat menyenangkan dilintasi mereka. Apalagi, suguhan air kelapa hijau sesekali ditemui mereka. Waduh!
Rapat Bawa Sepeda
Direncanakan Kapala Dinas Infokom suatu saat rapat dinas di luar kota, maka peserta rapat akan dimintanya membawa sepeda masing-masing. Sesuai rapat, waktu bisa dimanfaatkan berwisata sepeda mengelilingi kawasan rapat yang tentunya akan dipilih yang menyenangkan dan berhawa segar.
Ya mudah-mudahan saja harapan ini bisa diwujudkan karena bersepeda, selain bisa menyehatkan jantung dan membugarkan tubuh, sisi lainnya santai dengan sepeda pun bisa menghilangkan stress keseharian yang dihadapi banyak pagawai dan pejabat.
Siapa mau ikut, kriiing… kriiing… kriiing. ***
Sumber : www.tangerangkota.go.id
Selengkapnya...
Cari Blog Ini
Senin, Agustus 03, 2009
"Bicycle Tour de Office" Dilakukan Pejabat Dinas Infokom
Jumat, Juli 31, 2009
Kesegaran Jambu Klutuk Datang dari Kunciran Jaya
BERKEMBANG menjadi kota dengan dinamika tinggi pertumbuhan perindustrian, properti, dan jasa perdagangan, tidak lalu membuat Kota Tangerang tertinggal dalam pengadaan hasil pertanian yang berpotensi menjadi bisnis menguntungkan warganya. Hasil pertanian yang kini memperkaya aneka bisnis warga Kota Tangerang adalah usaha pertanian jambu klutuk atau biasa juga disebut jambu batu. Usaha pertanian ini tumbuh subur di sejumlah kampung di Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, yang melibatkan puluhan petani. Dari hasil pertanian di sini, akhirnya jambu klutuk itu menyebar dijual secara eceran dengan sepeda, melalui kios-kios buah, sampai dipesan mini market buah-buah di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan lima wilayah DKI Jakarta.
Ternyata pula, permintaan buah yang segar dan manis ini, dari hari ke hari terus bertambah, sehingga membuat para petani jambu klutuk pun bisa meraih keuntungan lebih banyak.
Usaha Ikutan Warga
Sejumlah petani yang ditemui menuturkan berkembangnya usaha pertanian jambu klutuk awalnya datang dari seorang warga asal Bogor yang tinggal di Kunciran. Warga yang membawa cangkokan jambu klutuk itu menanamnya di tanah miliknya dan menghasilkan buah yang banyak.
Setelah sekian lama bertani, warga ini akhirnya memiliki ratusan pohon jambu klutuk dan menjual kepada warga di Jakarta, sehingga tentu saja menghasilkan uang bagi keluarganya.
Sejak itulah, warga Kunciran Jaya yang memang memiliki tanah yang relatif luas, lalu ikut mengembangkan pertanian jambu klutuk itu. Walaupun usaha pertaniannya tidak melulu jambu klutuk itu. Namun, kini puluhan sudah warga di Kunciran Jaya yang bertani jambu klutuk dan menghasilkan uang yang banyak bagi kebutuhan keluarganya.
Jenis jambu klutuk yang dikembangkan di sana adalah jambu klutuk isi merah. Buah yang telah matang akan berwarna kulit kekuning-kuningan cocok dibuat jus. Sementara yang kulitnya keputihan dan kehijauan yang terasa gurih cukup dimakan biasa.
Penen Usia 1 Tahun
Pohon ini sudah bisa berbuah di usia 1 tahun ke atas dan masa panennya bisa dilakukan kapan saja atau 2 hari sekali.
Safiih, usia 55 tahun, petani jambu, saat dihubungi Sabtu 27 Juni di perkebunannya di lingkungan RW 03, mengatakan agar buah berkualitas baik saat masih pentil harus dibungkus kertas koran atau plastik. “Bila tidak dibungkus akan membusuk karena pengaruh cuaca dan hama.”
Diakuinya setiap panen dirinya mendapat 2 kuintal dan dijual per kilogram Rp 8.000. Lurah Kunciran Jaya H. Supriatman menyambut gembira wilayahnya kini dikenal sebagai penghasil buah jambu klutuk. Terkait itu, dia menghimbau warga yang belum menanam jambu klutuk di tanahnya yang relatif luas agar segera menanam jenis tanaman ini yang telah diketahui pangsa pasarnya itu. “Daripada tanah dibiarin kosong, kan lenih enak ditanam jambu klutuk.” ***
Sumber : www.tangerangkota.go.id
Rabu, Juli 29, 2009
Keterangan pers tentang penjelasan terkait produk dendeng/abon babi nomor : KH.00.01.1.53.1674 tanggal 16 april 2009
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA
KETERANGAN PERS
TENTANG
PENJELASAN TERKAIT PRODUK DENDENG/ABON BABI
NOMOR: KH.00.01.1.53.1674
TANGGAL 16 APRIL 2009
Menanggapi maraknya isu tentang dendeng/abon babi yang dijual sebagai dendeng/abon sapi, Badan POM RI memberikan penjelasan sebagai berikut:
Badan POM RI telah melakukan sampling dan pengujian atas 35 (tiga puluh lima) merek dendeng/abon sapi yang terdiri dari 15 dendeng dan 20 abon. Dari hasil pengujian tersebut ditemukan 5 (lima) dendeng positif DNA babi, yaitu :
No Label/Nama Produk No. Pendaftaran PRODUSEN KETERANGAN 1. Dendeng/Abon Sapi Gurih Cap Kepala Sapi (250 gram) SP 0094/13.06.92 Tidak diketahui No SP milik
Perusahaan lain2. Abon dan Dendeng Sapi
Cap LIMAS (100 gram)SP 030/11.30/94 Langgeng, Salatiga
(Produsen fiktif)No SP milik
Perusahaan lain3. Abon/Dendeng Sapi Asli
Cap A.C.CSP 030/11.30/94 Tidak diketahui No SP milik
Perusahaan lain4. Dendeng Sapi Istimewa
Beef Jerky 'Lezaaat'
(100 gram)PIRT 201357812877 MDC Food,
Surabaya-Indonesia- 5. Dendeng Daging Sapi Istimewa No. 1 Cap 999
(250 gram)PIRT 201357301367 S. Hendropurnomo,
Malang- Bahwa dendeng sapi tersebut diatas termasuk Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang izin edarnya dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah sehingga penarikan dan pemusnahannya akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah.
Bahwa Balai POM seluruh Indonesia telah diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah guna melindungi masyarakat dari produk tersebut diatas.
Bagi masyarakat yang menemukan produk tersebut dapat memberikan informasi kepada Badan POM melaui Unit Layanan Pengaduan Konsumen dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau email ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com.
Demikian penjelasan ini disampaikan untuk disebarluaskan kepada seluruh masyarakat.
Keterangan pers tentang penjelasan terkait produk dendeng/abon babi nomor : KH.00.01.1.53.1674 tanggal 16 april 2009
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA
KETERANGAN PERS
TENTANG
PENJELASAN TERKAIT PRODUK DENDENG/ABON BABI
NOMOR: KH.00.01.1.53.1674
TANGGAL 16 APRIL 2009
Menanggapi maraknya isu tentang dendeng/abon babi yang dijual sebagai dendeng/abon sapi, Badan POM RI memberikan penjelasan sebagai berikut:
Badan POM RI telah melakukan sampling dan pengujian atas 35 (tiga puluh lima) merek dendeng/abon sapi yang terdiri dari 15 dendeng dan 20 abon. Dari hasil pengujian tersebut ditemukan 5 (lima) dendeng positif DNA babi, yaitu :
No Label/Nama Produk No. Pendaftaran PRODUSEN KETERANGAN 1. Dendeng/Abon Sapi Gurih Cap Kepala Sapi (250 gram) SP 0094/13.06.92 Tidak diketahui No SP milik
Perusahaan lain2. Abon dan Dendeng Sapi
Cap LIMAS (100 gram)SP 030/11.30/94 Langgeng, Salatiga
(Produsen fiktif)No SP milik
Perusahaan lain3. Abon/Dendeng Sapi Asli
Cap A.C.CSP 030/11.30/94 Tidak diketahui No SP milik
Perusahaan lain4. Dendeng Sapi Istimewa
Beef Jerky 'Lezaaat'
(100 gram)PIRT 201357812877 MDC Food,
Surabaya-Indonesia- 5. Dendeng Daging Sapi Istimewa No. 1 Cap 999
(250 gram)PIRT 201357301367 S. Hendropurnomo,
Malang- Bahwa dendeng sapi tersebut diatas termasuk Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang izin edarnya dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah sehingga penarikan dan pemusnahannya akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah.
Bahwa Balai POM seluruh Indonesia telah diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah guna melindungi masyarakat dari produk tersebut diatas.
Bagi masyarakat yang menemukan produk tersebut dapat memberikan informasi kepada Badan POM melaui Unit Layanan Pengaduan Konsumen dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau email ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com.
Demikian penjelasan ini disampaikan untuk disebarluaskan kepada seluruh masyarakat.
Keterangan pers tentang penjelasan terkait informasi obat flu dan batuk yang mengandung phenylpropanolamine (PPA) 21 April 2009
KETERANGAN PERS Mengulang Keterangan Pers Nomor KH.00.01.1.3.1673 tanggal 16 April 2009 tentang Penjelasan Terkait Informasi Obat Flu dan Batuk yang Mengandung Phenylpropanolamine (PPA), Badan POM memandang perlu menjelaskan kembali kepada masyarakat hal-hal sebagai berikut:
TENTANG
PENJELASAN TERKAIT INFORMASI OBAT FLU DAN BATUK YANG MENGANDUNG PHENYLPROPANOLAMINE (PPA)
NOMOR: KH.00.01.1.3.1751
TANGGAL 21 APRIL 2009
Demikian penjelasan ini disampaikan untuk disebarluaskan kepada seluruh masyarakat.
Berita Terkait :
Tanya jawab pada keterangan pers tentang penjelasan terkait informasi obat flu dan batuk yang mengandung Phenylpropanolamine (PPA) Selengkapnya...
Keterangan Pers Tentang Penjelasan Lanjutan Terkait Produk Dendeng / Abon Babi
REPUBLIK INDONESIA
KETERANGAN PERS
TENTANG
PENJELASAN LANJUTAN TERKAIT PRODUK DENDENG/ABON BABI
NOMOR: KH.00.01.1.23.2257
TANGGAL 1 JUNI 2009
Berdasarkan hasil pengawasan lanjutan terhadap produk dendeng/abon babi yang dijual sebagai dendeng/abon sapi, Badan POM RI memberikan penjelasan sebagai berikut :
- Bahwa Badan POM RI telah melakukan sampling dan pengujian lanjutan atas 34 (tiga puluh empat) produk hasil olah daging yang terdiri dari 14 (empat belas) dendeng sapi dan 20 (dua puluh) abon sapi. Dari hasil pengujian tersebut ditemukan 4 (empat) dendeng positif DNA babi, yaitu :
| No. | Nama Produk | No. Pendaftaran | Produsen | Keterangan |
| 1. | Dendeng sapi Dua daun Cabe Kwalitet Istimewa (200 gram) | DEPKES RI PIRT 201357303247 | Malang - Indonesia | Mencantumkan Logo Halal, tetapi tidak mempunyai Sertifikat halal. |
| 2. | Dendeng Sapi BRENGGOLO Kwalitet Istimewa (200 gram) | DEPKES RI PIRT 201357303247 | Malang - Indonesia | Mencantumkan Logo Halal, tetapi tidak mempunyai Sertifikat halal. |
| 3. | Dendeng Sapi BRENGGOLO Kwalitet Istimewa - Giling (200 gram) | DEPKES RI - PIRT 201357303247 | Malang - Indonesia | Mencantumkan Logo Halal, tetapi tidak mempunyai Sertifikat halal. |
| 4. | Dendeng/Abon Sapi Spesial Produk Dua Dinar Bandung (80 gram) | DEPKES RI SP 0365/10/01/95 | Produk Dua Dinar - Bandung | Mencantumkan logo Halal, tetapi tidak mempunyai Sertifikat halal. |
- Balai Besar/Balai POM RI di seluruh Indonesia telah diperintahkan untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk tersebut diatas.
- Bagi masyarakat yang menemukan produk tersebut dapat memberikan informasi kepada Badan POM RI melalui Unit Layanan Pengaduan Konsumen dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau emailulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com.
Demikian penjelasan ini disampaikan untuk disebarluaskan.
Keterangan pers tentang kemasan makanan styrofom
KETERANGAN PERS / PRESS RELEASE Menindaklanjuti pengawasan terhadap kemasan makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI perlu memberikan penjelasan tentang kemasan makanan ’styrofoam’ sebagai berikut:
TENTANG
KEMASAN MAKANAN “STYROFOAM”
NOMOR: KH.00.02.1.55.2888
TANGGAL 14 JULI 2009
| |
Keterangan pers tentang kemasan makanan dari plastik
KETERANGAN PERS/ PRESS RELEASE
TENTANG
KEMASAN MAKANAN DARI PLASTIK
POLIETILEN (PE) DAN POLIPROPILEN (PP)
NOMOR: KH.00.02.1.55.2889
TANGGAL 14 JULI 2009
Menindaklanjuti pengawasan terhadap kemasan makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI perlu memberikan penjelasan tentang kemasan makanan yang terbuat dari plastik polietilen (PE) dan polipropilen (PP), sebagai berikut:
- PE terbuat dari monomer etilen dengan logo
untuk High Density Polyethylene atau
untuk Low Density Polyethylene, sedangkan PP terbuat dari monomer propilen dengan logo
.
- Kedua jenis plastik ini mempunyai sifat yang sangat mirip. Dari seluruh jenis kemasan makanan plastik, PE dan PP paling banyak digunakan, dan paling aman dibandingkan dengan jenis kemasan plastik lainnya.
- Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM RI dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau e-mail ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com atau melihat di website Badan POM, www.po.go.id.
- Demikian keterangan ini untuk disebarluaskan.
| |
Lampiran Terkait :
Lampiran kode jenis plastik yang lazim di gunakan untuk kemasan makanan Selengkapnya...