Cari Blog Ini

Jumat, Juli 31, 2009

Kejujuran Mubarok

Dikisahkan dari Mubarok -ayahanda dari Abdulloh Ibnu al-Mubarok- bahwasanya ia pernah bekerja di sebuah kebun milik seorang majikan. Ia tinggal di sana beberapa lama. Kemudian suatu ketika majikannya -yaitu pemilik kebun tadi yang juga salah seorang saudagar dari Hamdzan- datang kepadanya clan mengatakan, "Hai Mubarok, aku ingin satu buah delima yang manis."

Mubarok pun bergegas menuju salah satu pohon dan mengambilkan delima darinya. Majikan tadi lantas memecahnya, ternyata ia mendapati rasanya masih asam. Ia pun marah kepada Mubarok sambil mengatakan, "Aku minta yang manis malah kau beri yang masih asam! Cepat ambilkan yang manis!"
Ia pun beranjak dan memetiknya dari pohon yang lain. Setelah dipecah oleh sang majikan; sama, ia mendapati rasanya masih asam. Kontan, majikannya semakin naik pitam. Ia melakukan hal yang sama untuk ketiga kalinya, majikannya mencicipinya lagi. Ternyata, masih juga yang asam rasanya. Setelah itu, majikannya bertanya, "Kamu ini apa tidak tahu; mana yang manis mana yang asam?"

Mubarok menjawab. "Tidak."
"Bagaimana bisa seperti itu?"

"Sebab aku tidak pernah makan buah dari kebun ini sampai aku benar-benar mengetahui (kehalalan)nya."

"Kenapa engkau tidak mau memakannya?" tanya majikannya lagi.
"Karena anda belum mengijinkan aku untuk makan dari kebun ini." Jawab Mubarok. Pemilik kebun tadi menjadi terheran-heran dengan jawabannya itu ..

Tatkala ia tahu akan kejujuran budaknya ini, Mubarok menjadi besar dalam pandangan matanya, dan bertambah pula nilai orang ini di sisi dia. Kebetulan majikan tadi mempunyai seorang anak perempuan yang banyak dilamar oleh orang. Ia mengatakan, “Wahai Mubarok, menurutmu siapa yang pantas memperistri putriku ini?"

"Dulu orang-orang jahiliyah menikahkan putri-­putri mereka lantaran keturunan. Orang Yahudi menikahkan karena harta, sementara orang Nashrani menikahkan karena keelokan paras. Dan umat ini menikahkan karena agama." Jawab Mubarok.

Sang majikan kembali dibuat takjub dengan pemikirannya ini. Akhirnya majikan tadi pergi dan memberitahu isterinya, katanya, "Menurutku, tidak ada yang lebih pantas untuk putri kita ini selain Mubarok."

Mubarok pun kemudian menikahinya dan mertuanya memberinya harta yang cukup melimpah. Di kemudian hari, isteri Mubarok ini melahirkan Abdullah bin al-Mubarok; seorang alim, pakar hadits, zuhud sekaligus mujahid. Yang merupakan hasil pernikahan terbaik dari pasangan orang tua kala itu. Sampai-sampai Al-Fudhoil bin 'Iyadh Rohimahullah mengatakan -seraya bersumpah dalam perkataannya-, "Demi pemilik Ka'bah, kedua mataku belum pernah melihat orang yang semisal dengan Ibnu al-Mubarok.

Hari ini, kecurangan dan penipuan sudah semakin banyak terjadi dalam kehidupan sebagian orang. Sangat jarang kita temukan orang jujur lagi dipercaya dalam menunaikan amanah serta yang jauh dari sifat curang dan penipu.

Kalau akibat dari sebuah, perbuatan maksiat itu sudah maklum dan pasti di akhirat kelak, maka tempat kembalinya ketika di dunia lebih dekat lagi.

sumber : http://kisahislam.com

Selengkapnya...

MAS SYAM BLOG: Tanamkan Cinta Lingkungan Hidup Pada Generasi Muda

MAS SYAM BLOG: Tanamkan Cinta Lingkungan Hidup Pada Generasi Muda


Selengkapnya...

Tanamkan Cinta Lingkungan Hidup Pada Generasi Muda

Dunia dewasa ini dilanda pemanasan global, di mana bumi semakin panas yang mengakibatkan bencna alam, seperti kekeringan , musim yang tak menentu, sehingga banyak menimbulkan banjir di berbagai negara dan daerah-daerah di In donesia dan bencana ini telah me nimbulkan banyak kerugian baik harta maupun jiwa di mana banyak manusia me ninggal dnuia, hewan dan tanaman mati, keku rangan air dan lain-lain.

Terjadinya pemanasan global .iini antara lain akibat dari. pengaruh rumah kaca, hutan yang ditebang secara sembarangan tanpa dilakukan penenaman kembali atau reboisasi sehingga hutan jadi gundul dan lain-lain. Dan itu mem buat lapisan ozon semakin menipis daan berlubang sehingga pabas cahaya ma tahari langsung menyen tuh bumi.

Untuk mengurangi pemanasan global, yang dampaknya cukup berat bagi kehi dupan di bumi atau dunia ini, yang harus dilakukan antara lain penghijauan de ngan mrnanam pohon .Masalah penanaman pohon di hutan itu adalah tugas Peme rintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang meiliki hutan tentunya.

Dalam menanggulangi atau mengurangan pemanasan global ini, negara-ne gara di dunia telah bergerak, mengadakan pertemuan-pertemuan yang juga diikuti negara kita. Dan apa yang telah dilakukan Pemerintah Kota Tangerang dalam ikut menanggulangi dampak pemanasan global ini?.

Menurut pengamatan penulis Pemkot Tangerang telah banyak berbuat sesu atu dalam hal penghijauan dengan di tunjang dana APBD serta me ngajak par tisipasi masyarakat seperi pengusaha, pem borong , ulama, tokoh masya rakat dan lain-lain seperti membangun ruang hijau terbuka atau taman-taman, gerakan menanam pohon dan tanaman hias di jalan-jalan protokol, jalan lingku ngan dan daerah perumahan dan tempat tempat lain, meski apa yang dilakukan tersebut belum memadai dan memuaskan dibanding dengan luasnya la han Kota Tange rang yang 17.000 hektar lebih dan dihuni penduduk 1,4 juta jiwa. Masalah ketidak puasan terhadap hasil penghijauan yang dila0ksanakan ini, Walikota Tange rang H Wahidin Halim dan Wakil Walikota Tangerang H Arief Wismansyah masih be lum merasa puas dan itu terungkap dalam berbagai pertemuan diberbagai ke sempatan.

Karena itu, untuk masalah penghijauan dengan menyiapkan ruang terbuka hijau atau menanam pohon, tanaman hias sampai memadai, tentunya sulit, dan sampai kapanpun tak mungkin bisa terpenuhi mengingat luas lahan yang tak mungkin ber tambah sedang jumlah penduduk semakin bertambah sehingga tanah-tanah ko song atau sawah yang ada akan berubah menjadi bangunan untuk kebutuhan peng huninya.,

Namun demikian, kita bisa membuat keseimbangan atau melengkapi dengan melakukan gerakan penghijauan dan gerakan cinta penghijauan dengan mela ku kan pembinaan-pembinaan terhadap masyarakat termasuk di dalamnya generasi muda sebagai sa saran utama. Jika gerakan penghijauan dan gerakan cinta penghi jauan dengan menanam pohon ini berhasil, maka Kota Tangerang akan se makin hjijau, teduh, indah dan asri karena masyarakatnya semakin sadar dan cin ta lingkungan.

Sebab kalau sudah cinta mereka bersedia berkorban, menyisihkan dana un tuk membeli pohon untuk ditanam baik di jalan protokol,jalan lingkungan, peruma han maupun tahan kosong, dan lain-lain sebagai wujud kesadaran dalam rangka mem buat kse imbangan atau menggenapi usaha Pemkot Tangerang dalam menyi apkan ruang hijau terbuka dan penanaman pohon di tempat lain yang belum me madai sesuai harapan kita semua.

Gerakan cinta lingkungan

Untuk mengatasi masalah pemanasan global dan i lingkungan hidup ini menurut penulis dengan melakukan gerakan penghijauan dan gerakan cinta ling kungan . dengan menanam pohon dan Pemkot Tangerang sudah mela kukan de ngan program-progtamnya yang setiap tahun sudah direncanakan baik itu untuk pengadaan ruang hijau terbukan maupun penanaman pohonnya dan pemelihara nnya dengan dana dari APBD walau dananya terbatas. Dan kegiatan penghj auan ini memang harus dilaku kan terus. dan masyarakat juga ikut sudah berpar tisipasi.

Menyinggung masalah partisipasi masyarakat yang menyangkut baik pengu saha, pemborong, pengembang dan lain-lain, partisipasi mereka memang su dah ada, dan itu sering terlihat apabila ada kegiatan gerakan penghijuan yang di lakukan pemerintah Kota Tangerang maupun Pemerintah Pusat jika memperi ngati hari-hari besar nasional maupun internasional, seperti misalnya memperinga ti hari kemerdekaan Indo nesia, hari lingkungan hidup se dunia dan lain-lain., Ha sil dari partisipasi masyara kat memang sudah kelihatan dan Kota Tangerang sema kin hijau, teduh dan asri, tapi perlu ditingkatkan.

Bagaimana meningkatkannya? Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat karena ini sifatnya sukarela, Pemerintah perlu mengingatkan terus dengan surat edaran kepada industri, pemborong dan pengembang agar terus melakukan gera kan penghijauan dilingkungan nya masing-nasing, tanpa harus menunggu kegia tan dari Pemkot Tangerang mau pun Pemerintah Pusat, karena penghijauan ini un tuk kepentingan bersama dalam mengurangi dampak panas bumi di wilayah Ko ta Tangerang di masa yang akan datang.. Sedangkan untuk masyarakat melalui ke camatan, kelurahan dan RT/TW

Sedangkan gerakan cinta lingkungan melalui penghijauan dengan mena nam pohon atau tanaman hias, juga harus dilakukan kepada pengusaha, pembo rong dan pengembang agar muncul kesadaran dan cinta lingkungan. Selain ke pada mereka juga kepada generasi muda seperti orman-ormas kepemudaan, Ka rang Taruna, BKPRMI, termasuk pelajar SD,SMP. SMA dan yang sederajat dan mahasiswa.. Sebab mereka merupakan penghuni bumi khususnya warga Kota Tangerang di masa yang akan datang. Dan mereka jugalah yang nantinya akan me rasakan pengaruh, dampak dari pemanasan global yang melanda dunia dewasa in dan mereka harus peduli terhadapi pemanasan global dengan segala dampak nya. .

Dengan pembinaan ini diharapkan masyarakat dan generasi muda sadar, peduli dan sudah siap menghadapi pemanasan global dengan segala dampaknya, mulai sekarang dengan melakukan penghihauan lingkungannya, *****

Oleh : Jusuf Sumadisastra (Wartawan HU Pelita)

Sumber : www.tangerangkota.go.id

Selengkapnya...

Melestarikan Cisadane Menyelamatkan Kehidupan

Keberadaan Sungai Cisadane yang membelah kota Tangerang sejauh 15 km merupakan sumberdaya alam terbesar yang dimiliki kota ini. Limpahan air sungai Cisadane merupakan sumber air baku air bersih, sumber irigasi petani, mata pencaharian nelayan, penggali pasir, pendayung perahu hingga lalu lintas pedagang bambu. Di saat-saat tertentu, Cisadane juga sebagai tambang olahraga air, pusat berlangsungnya berbagai kegiatan budaya dan atraksi hingga ilham bagi seniman.

Sungai yang membentang dari hulu di wilayah Bogor dan hilir yang berada di wilayah kabupaten Tangerang menjadi magnet tersendiri bagi kota yang berpenduduk lebih dari 1,5 juta jiwa ini. Memiliki lebar 100 meter dimulai dari wilayah perbatasan Kabupaten di Gading Serpong Kelurahan Panunggangan dan berakhir di Selapajang Jaya dengan luas daerah aliran sungai 1.1411 km2 menjadikan Cisadane benar-benar sebagai urat nadi kehidupan.

Di kanan kiri sungai terdapat banyak industri, pertokoan, perkantoran, pasar dan sebagaian pemukiman. Pada satu sisi dapat membawa keuntungan bagi penduduk karena terciptanya lapangan kerja yang dapat meningkatkan pendapatan per kapita. Namun disisi lain dampak negatifnya sangat terasa karena banyak buangan limbah industri maupun limbah domstik. Dengan kondisi tersebut kualitas sungai akan memburuk apalagi tidak dikelola dengan sistem yang aplikatif melalui sistem pengendalian pencemaran yang baik.

Selain pencemaran, dibutuhkan pula keberanian untuk menormalisasikan sungai Cisadane dan membebaskannya bantaran sungai dari bangunan liar. Tak hanya Cisadane sebenarnya yang butuh normalisasi tetapi juga kali Sabi, Cirarab, Angke dan Sungai Cantiga serta situ antara lain Cangkring dan Bubulak di wilayah Kecamatan Priuk, Situ Gede di Kecamatan Tangerang Kota serta Situ Cipondoh di Kecamatan Cipondoh.

Kondisi sungai dan situ tersebut kini mengalami pendangkalan yang cukup parah. Akibatnya pada saat musim penghujan tiba, sungai maupun situ yang ada tidak lagi mampu menampung volume air, hingga akhirnya meluap dan mengakibatkan banjir.

Kesulitan muncul terutama dari segi dana dimana keberadaan Cisadane dan empat sungai lainnya bertautan pada tiga wilayah provinsi, masing-masing Provinsi Jawa Barat, Banten dan DKI sehingga upaya normalisasi harus diakomodir oleh pemerintah pusat. Sedangkan untuk konsep teknis pelaksaan dilapangan dirancang oleh masing-masing wilayah.

Data dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang, kondisi sendimentasi pada sungai maupun situ di Kota Tangerang saat ini sudah mencapai 50 persen. Dengan kondisi ini normalisasi sungai mutlak dilakukan jika tidak bahaya banjir mengancam penduduk kota.

Upaya pembebasan bantaran sungai dari bangunan liar juga diakui Kepala Badan Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Cidurian, Provinsi Banten, Joko Suryanto sebagai tahapan normalisasi sungai Cisadane. "Kita harapkan tidak akan ada lagi bantaran sungai yang digunakan untuk bangunan ataupun fasilitas tertentu,"ujarnya.

Sejak berpisah dari provinsi Jawa Barat enam tahun lalu, Provinsi Banten melakukan sewa tanah disepanjang bantaran sungai-sungai yang ada di Banten, seperti sungai Cisadane dan sungai Ciujung. Bantaran itu disewakan kepada pihak ketiga dengan harga sewa Rp 100 pertahun/ meter. Retribusi sewa tanah bantaran ini mampu menyumbang ke kas daerah sebesar Rp 200 juta pertahun." 60 persennya dari sungai Cisadane," kata
dia.

Selama bantaran sungai itu disewakan, menurut Joko, ada syarat yang harus dipatuhi dan punya aturan main. Antara lain, bangunan atau fasilitas tidak berada digaris sepadan sungai dan tidak boleh ada bangunan permanen. Namun, praktek dilapangan berbagai pihak menyalahi aturan itu dan tumbuh dengan marak bangunan permanen disepanjang bantaran sungai dari Serpong hingga muara Tanjung Burung, Teluk Naga. Saat ini, kata Joko, ada sekitar 451 bangunan permanen dan semipermanen dengan menggunakan bantaran sungai yang terpakai seluas 367.724.94 hektar. Bangunan itu terdiri dari industri, restoran, usaha galangan kapal dan rumah penduduk yang dihuni hampir 6000 kepala keluarga

Untuk di wilayah kota Tangerang pembebasan bantaran sungai dari bangunan liar mendapat perhatian besar dari walikota Wahidin Halim. Dalam berbagai kesempatan Wahidin meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera membongkar bangunan liar yang melanggar garis sepadan jalan dan sepadan sungai karena mengganggu kebersihan, kenyamanan dan keindahan Kota .

Walikota menegaskan, bangunan-bangunan yang melanggar garis sepadan jalan, garis sepadan sungai serta bangunan yang menempati saluran air, trotoar seperti halnya kios rokok, tambal ban dan sejenisnya harus ditertibkan.

Penertiban ini, ujar Wahidin, dalam rangka membangun kesadaran masyarakat akan budaya bersih serta dalam rangka penegakan Peraturan Daerah (Perda) No. 18/2000 tentang pelaksanaan Keamanan Kebersihan dan Keindahan (K3).

Usaha ini sekejap terlihat berhasil seperti terlihat, namun tak jarang mereka mendirikan bangunan lagi usai operasi penertiban berlangsung. Untuk menertibkan bangunan liar di bantaran sungai ini memang terkadang menemui kesulitan. Pasalnya, banyak ditemukan bangunan yang berdiri di atas tanah milik negara itu yang memiliki sertifikat dan girik. Akibatnya, bangunan tersebut sampai sekarang pun masih tetap berdiri. Padahal sesuai dengan Perda No 8 Tahun 1994 Tentang Garis Sempadan dalam Wilayah Kota Tangerang menyebutkan, sempadan untuk sungai dan kali adalah selebar 15 meter dari bibir sungai. Dan, di sepanjang garis sempadan itu dilarang untuk didirikan bangunan.

Kerja keras dari pimpinan dan aparat daerah ini untuk menertibkan sungai Cisadane dari bangunan liar memang tak cukup dilakukan sendiri. Masyarakat dan pemerintah wilayah yang juga dilakukan sungai Cisadane juga harus mempunyai sikap dan kebijakan senada. Meski sedikit terlambat tapi masih banyak waktu untuk dapat melestarikan sungai kebanggaan orang Tangerang tersebut. Tinggal lagi kesadaran untuk segera berbenah seberapa besar. Kalau tidak maka Cisadane dipastikan dari anugerah akan menjadi musibah bagi kehidupan. ***

Oleh : Dewi Gustiana (Wartawan Suara Pembaruan)

sumber : www.Tangerangkota.go.id

Selengkapnya...

Gado-gado Kartini, Berani Bumbu yang Bikin Goyang Lidah

KEBERANIAN memberi bumbu dengan kapasitas pas menjadi resep sebuah ulegan gado-gado terasa lezat di lidah. Sebab yang namanya gado-gado, ya sama bahan-bahannya, berupa sayur-mayur semisal tauge, kol, kangkung, kacang panjang, cabe, yang diramu dengan bumbu kacang dicampur garam, cuka, bawang putih, dan gula aren yang diuleg halus dan merata.

Gambaran kelezatan gado-gado dengan keberanian bumbu yang pas inilah, yang membuat gado-gado Kartini menjadi diminati banyak orang, bukan hanya warga Kota Tangerang saja, tetapi luar Kabupaten Tangerang, DKI Jakarta, bahkan beberapa kota di Nusantara lainnya yang kebetulan ada di Kota Tangerang.

Sebab itu, jangan heran bila warung gado-gado Kartini di di Jalan Sukamanah V No. 36, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, selalu ramai dikunjungi. Deretan sepeda dan mobil pembeli pun seringkali terlihat parkir di jalan depan warung ini.

“Makan gado-gado ini dengan varian tambahan emping, telur rebus, dan kentang rebus, membuat mak yos...” tutur Iwan, warga Sukamanah yang menggambarkan kesukaannya menyantap gado-gado itu bersama lontong.

Hal senada dutarakan pelanggan setianya Ny. Elis, warga Sukasari. Menurutnya yang membuat beda Gado-gado Kartini dengan gado-gado yang lain adalah ada pada kekuatannya bumbunya. “Padu-padan ini yang mungkin menjadi resep rahasia dari Ny. Kartini.”

Usaha 14 Tahun
Ny. Kartini, pedagang gado-gado Kartini, mengisahkan usaha gado-gadonya telah dirintisnya sejak tahun 1985, yaitu sejak sebungkus gado-gado hanya Rp 1.000 hingga sekarang sebungkus Rp 8.000.

Awalnya, tentu saja, warungnya kecil yang dibuka di depan rumahnya itu dan pembelinya pun terbatas warga Kampung Sukamanah saja. Sejak itu, lambat tetap pasti pelanggannya pun bertambah, tak hanya warga saja, tetapi sampai rombongan pegawai pemerintahan dan swasta. Bahkan kalau boleh blak-blakan, pelanggannya yang datang sebagian dari kalangan menengah atas, yang terlihat dari kendaraan yang dibawanya.

Bahkan saking banyak pelanggannya yang ketagihan, sampai-sampai pelanggan yang telah pindah rumah keluar kota dan keluar pulau pun, kalau kebetulan datang ke Kota Tangerang, pasti menyempatkan diri untuk menyantapnya. Tak jarang ada yang meminta dibungkus untuk dibawa pulang ke rumahnya, naik pesawat terbang.
Gado-gado Kartini sendiri bisa disantap pelanggannya di warung yang menyediakan bangku bangku di meja panjang, atau bisa juga dibawa pulang. Bahkan ada pelanggan yang memesan lewat telepon, yang pesaawat teleponnya sengaja ditempatkan di warung.

Masuk Kuliner TV
Kelezatan gado-gado Kartini ini sempat pula diurai habis tayangan kuliner di TV Swasta, yang tentu saja membuat warga Kota Tangerang tutur berbahagian dengan populeritas Ny. Kartini, pembuatnya, yang kini telah berusia 44 tahun.

Yang unik saking banyaknya pelanggan yang datang memesan, akhirnya membuat Ny. Kartini membeli wadah membuat gado-gado dalam ukuran besar, sehingga dia bisa menguleg bumbu gado-gado sekaligus sampai untuk belasan pesanan. Setelah bumbu selesai dibuat, sayur-mayur dan tambahan penganan lainnya diramu, setelah itu siap ditaburkan bumbu dan siap disantap.

Setiap harinya, gado-gado yang bisa dijualnya mencapai 100 piring. Wah lumayan juga kan! ***

Sumber : www.tangerangkota.go.id

Selengkapnya...

Kejujuran Mubarok

Dikisahkan dari Mubarok -ayahanda dari Abdulloh Ibnu al-Mubarok- bahwasanya ia pernah bekerja di sebuah kebun milik seorang majikan. Ia tinggal di sana beberapa lama. Kemudian suatu ketika majikannya -yaitu pemilik kebun tadi yang juga salah seorang saudagar dari Hamdzan- datang kepadanya clan mengatakan, "Hai Mubarok, aku ingin satu buah delima yang manis."

Mubarok pun bergegas menuju salah satu pohon dan mengambilkan delima darinya. Majikan tadi lantas memecahnya, ternyata ia mendapati rasanya masih asam. Ia pun marah kepada Mubarok sambil mengatakan, "Aku minta yang manis malah kau beri yang masih asam! Cepat ambilkan yang manis!"
Ia pun beranjak dan memetiknya dari pohon yang lain. Setelah dipecah oleh sang majikan; sama, ia mendapati rasanya masih asam. Kontan, majikannya semakin naik pitam. Ia melakukan hal yang sama untuk ketiga kalinya, majikannya mencicipinya lagi. Ternyata, masih juga yang asam rasanya. Setelah itu, majikannya bertanya, "Kamu ini apa tidak tahu; mana yang manis mana yang asam?"

Mubarok menjawab. "Tidak."
"Bagaimana bisa seperti itu?"

"Sebab aku tidak pernah makan buah dari kebun ini sampai aku benar-benar mengetahui (kehalalan)nya."

"Kenapa engkau tidak mau memakannya?" tanya majikannya lagi.
"Karena anda belum mengijinkan aku untuk makan dari kebun ini." Jawab Mubarok. Pemilik kebun tadi menjadi terheran-heran dengan jawabannya itu ..

Tatkala ia tahu akan kejujuran budaknya ini, Mubarok menjadi besar dalam pandangan matanya, dan bertambah pula nilai orang ini di sisi dia. Kebetulan majikan tadi mempunyai seorang anak perempuan yang banyak dilamar oleh orang. Ia mengatakan, “Wahai Mubarok, menurutmu siapa yang pantas memperistri putriku ini?"

"Dulu orang-orang jahiliyah menikahkan putri-­putri mereka lantaran keturunan. Orang Yahudi menikahkan karena harta, sementara orang Nashrani menikahkan karena keelokan paras. Dan umat ini menikahkan karena agama." Jawab Mubarok.

Sang majikan kembali dibuat takjub dengan pemikirannya ini. Akhirnya majikan tadi pergi dan memberitahu isterinya, katanya, "Menurutku, tidak ada yang lebih pantas untuk putri kita ini selain Mubarok."

Mubarok pun kemudian menikahinya dan mertuanya memberinya harta yang cukup melimpah. Di kemudian hari, isteri Mubarok ini melahirkan Abdullah bin al-Mubarok; seorang alim, pakar hadits, zuhud sekaligus mujahid. Yang merupakan hasil pernikahan terbaik dari pasangan orang tua kala itu. Sampai-sampai Al-Fudhoil bin 'Iyadh Rohimahullah mengatakan -seraya bersumpah dalam perkataannya-, "Demi pemilik Ka'bah, kedua mataku belum pernah melihat orang yang semisal dengan Ibnu al-Mubarok.

Hari ini, kecurangan dan penipuan sudah semakin banyak terjadi dalam kehidupan sebagian orang. Sangat jarang kita temukan orang jujur lagi dipercaya dalam menunaikan amanah serta yang jauh dari sifat curang dan penipu.


Kalau akibat dari sebuah, perbuatan maksiat itu sudah maklum dan pasti di akhirat kelak, maka tempat kembalinya ketika di dunia lebih dekat lagi.

sumber : http://kisahislam.com

www.tangerangkota.go.id

Selengkapnya...

Dimasak Kayu Bakar, Ayam Bakar Kokom Digemari...

AYAM goreng dan sayur asem menjadi menu andalannya sehingga banyak pelanggannya secara periodik pasti datang kembali dengan membawa keluarga, teman sekantor, atau teman-teman sepermainannya. Apalagi kalau dicolek dengan sambal, wiiiih mak nyus!

Itulah kelebihan Restaurant Ayam Goreng Tradisional Hj. Kokom yang terletak di Jl. KH Hasyim Asyhari, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Apa sih resepnya, ternyata selidik punya selidik, semua masakan yang dihidangkan itu dimasak dengan cara tradisional pula yaitu menggunakan kayu bakar.

Disebabkan cara memasak begitu, maka banyak pelanggannya bisa menikmati goreng ayam yang dagingnya terasa garing tetapi empuk, gurih, dan lezat tentunya. Sementara sajian sayur asemnya tidak encer dan tidak kental, bila diseruput, “wah enaknya.”

Di restoran tepi Situ Cipondoh yang permain inipun, pengunjung bisa menikmati Ikan goreng atau bakar, tempe dan tahu goreng, macam-macam lalapan, sampai pete bakar atau rebus.

Tony, pengunjung asal Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang memesan ikan gurame goreng, berkomentar, "daging ikannya garing tapi tetap empuk, paduan bumbunya pas, membuat selera makan bertambah, pokoknya mak nyus banget!"

Disediakan Saung Tirap

Restoran yang selalu ramai dikunjungan pelanggannya pada setiap harinya itu, memang menyimpan banyak kelebihan lainnya. Selain menyajikan menu masakan dan cara memasak masih tradional itu, restoran ini menyediakan saung-saung dari atap sirap yang membuat suasan sejuk.

Semilir angin yang terbawa dari permukaan Situ Cipondoh ke saung-saung itu membuat semilir yang menyenangkan. Jangan heran bila banyak pengunjung merasa menyantap makanan di restoran ini bagai menyantap makanan di daerah pegunungan.

Bila sudah begitu manusia kota besar serupa Kota Tangerang, DKI Jakarta dan Kabupaten Tangerang yang memang tak punya kawasan pegunungan di wilayahnya, tentu saja menjadi senang bersantai sambil makan lezat di sana.

Resep Khas Tradisional

Apa yang membuat restoran yang sempat pula dirilis teman-teman bloger di internet ini menjadi rumahmakan jagoan sehingga sedikit-banyak mengangkat Kota Tangerang yang sudah populer menjadi lebih familiar di dunia maya itu?

Hj. Kokom menjelaskan bahwa menu masakan sajian restorannya semua dimasak dengan resep tradisional keluarganya. Resep itu, di antaranya memanfaatkan perpaduan bumbu rempah kunyit, bawang merah, bawang putih, langkuas, jahe, daun salam, dan tentunya bumbu masakan lainnya.

Selebihnya masakan yang telah diberi bumbu itu dimasak dengan memakai api yang berpijar kayu bakar. Nah siapa mau coba. ***

Sumber : www.tangerangkota.go.,id


Selengkapnya...

Rabu, Juli 29, 2009

Keterangan pers tentang penjelasan terkait produk dendeng/abon babi nomor : KH.00.01.1.53.1674 tanggal 16 april 2009

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA

KETERANGAN PERS
TENTANG
PENJELASAN TERKAIT PRODUK DENDENG/ABON BABI
NOMOR: KH.00.01.1.53.1674
TANGGAL 16 APRIL 2009

Menanggapi maraknya isu tentang dendeng/abon babi yang dijual sebagai dendeng/abon sapi, Badan POM RI memberikan penjelasan sebagai berikut:

  1. Badan POM RI telah melakukan sampling dan pengujian atas 35 (tiga puluh lima) merek dendeng/abon sapi yang terdiri dari 15 dendeng dan 20 abon. Dari hasil pengujian tersebut ditemukan 5 (lima) dendeng positif DNA babi, yaitu :

    NoLabel/Nama ProdukNo. PendaftaranPRODUSENKETERANGAN
    1.Dendeng/Abon Sapi Gurih Cap Kepala Sapi (250 gram)SP 0094/13.06.92Tidak diketahuiNo SP milik
    Perusahaan lain
    2.Abon dan Dendeng Sapi
    Cap LIMAS (100 gram)
    SP 030/11.30/94Langgeng, Salatiga
    (Produsen fiktif)
    No SP milik
    Perusahaan lain
    3.Abon/Dendeng Sapi Asli
    Cap A.C.C
    SP 030/11.30/94Tidak diketahuiNo SP milik
    Perusahaan lain
    4.Dendeng Sapi Istimewa
    Beef Jerky 'Lezaaat'
    (100 gram)
    PIRT 201357812877MDC Food,
    Surabaya-Indonesia
    -
    5.Dendeng Daging Sapi Istimewa No. 1 Cap 999
    (250 gram)
    PIRT 201357301367S. Hendropurnomo,
    Malang
    -

  2. Bahwa dendeng sapi tersebut diatas termasuk Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang izin edarnya dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah sehingga penarikan dan pemusnahannya akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

  3. Bahwa Balai POM seluruh Indonesia telah diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah guna melindungi masyarakat dari produk tersebut diatas.

  4. Bagi masyarakat yang menemukan produk tersebut dapat memberikan informasi kepada Badan POM melaui Unit Layanan Pengaduan Konsumen dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau email ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com.

Demikian penjelasan ini disampaikan untuk disebarluaskan kepada seluruh masyarakat.

Selengkapnya...

Keterangan pers tentang penjelasan terkait produk dendeng/abon babi nomor : KH.00.01.1.53.1674 tanggal 16 april 2009

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA

KETERANGAN PERS
TENTANG
PENJELASAN TERKAIT PRODUK DENDENG/ABON BABI
NOMOR: KH.00.01.1.53.1674
TANGGAL 16 APRIL 2009

Menanggapi maraknya isu tentang dendeng/abon babi yang dijual sebagai dendeng/abon sapi, Badan POM RI memberikan penjelasan sebagai berikut:

  1. Badan POM RI telah melakukan sampling dan pengujian atas 35 (tiga puluh lima) merek dendeng/abon sapi yang terdiri dari 15 dendeng dan 20 abon. Dari hasil pengujian tersebut ditemukan 5 (lima) dendeng positif DNA babi, yaitu :

    NoLabel/Nama ProdukNo. PendaftaranPRODUSENKETERANGAN
    1.Dendeng/Abon Sapi Gurih Cap Kepala Sapi (250 gram)SP 0094/13.06.92Tidak diketahuiNo SP milik
    Perusahaan lain
    2.Abon dan Dendeng Sapi
    Cap LIMAS (100 gram)
    SP 030/11.30/94Langgeng, Salatiga
    (Produsen fiktif)
    No SP milik
    Perusahaan lain
    3.Abon/Dendeng Sapi Asli
    Cap A.C.C
    SP 030/11.30/94Tidak diketahuiNo SP milik
    Perusahaan lain
    4.Dendeng Sapi Istimewa
    Beef Jerky 'Lezaaat'
    (100 gram)
    PIRT 201357812877MDC Food,
    Surabaya-Indonesia
    -
    5.Dendeng Daging Sapi Istimewa No. 1 Cap 999
    (250 gram)
    PIRT 201357301367S. Hendropurnomo,
    Malang
    -

  2. Bahwa dendeng sapi tersebut diatas termasuk Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang izin edarnya dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah sehingga penarikan dan pemusnahannya akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

  3. Bahwa Balai POM seluruh Indonesia telah diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah guna melindungi masyarakat dari produk tersebut diatas.

  4. Bagi masyarakat yang menemukan produk tersebut dapat memberikan informasi kepada Badan POM melaui Unit Layanan Pengaduan Konsumen dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau email ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com.

Demikian penjelasan ini disampaikan untuk disebarluaskan kepada seluruh masyarakat.

Selengkapnya...

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

feedburner