Cari Blog Ini

Rabu, Juli 29, 2009

Keterangan pers tentang penjelasan terkait informasi obat flu dan batuk yang mengandung phenylpropanolamine (PPA) 21 April 2009

KETERANGAN PERS
TENTANG
PENJELASAN TERKAIT INFORMASI OBAT FLU DAN BATUK YANG MENGANDUNG PHENYLPROPANOLAMINE (PPA)
NOMOR: KH.00.01.1.3.1751
TANGGAL 21 APRIL 2009

Mengulang Keterangan Pers Nomor KH.00.01.1.3.1673 tanggal 16 April 2009 tentang Penjelasan Terkait Informasi Obat Flu dan Batuk yang Mengandung Phenylpropanolamine (PPA), Badan POM memandang perlu menjelaskan kembali kepada masyarakat hal-hal sebagai berikut:

  1. Tidak benar pada tanggal 1 Maret 2009 US-FDA mengeluarkan pengumuman tentang obat flu dan batuk yang mengandung PPA seperti diberitakan melalui sms dan email.
  2. Saat ini tidak ada informasi baru terkait keamanan PPA. Pada bulan November 2000 US-FDA menarik obat yang mengandung PPA karena diduga ada hubungan antara perdarahan otak dengan penggunaan PPA dosis besar sebagai obat pelangsing.
  3. Di Indonesia PPA hanya disetujui sebagai obat untuk menghilangkan gejala hidung tersumbat dalam obat flu dan batuk dan tidak pernah disetujui sebagai obat pelangsing.
  4. Obat flu dan batuk yang mengandung PPA dan telah mendapat izin edar aman dikonsumsi sesuai aturan pakai yang telah ditetapkan.
Demikian penjelasan ini disampaikan untuk disebarluaskan kepada seluruh masyarakat.





Berita Terkait :

Tanya jawab pada keterangan pers tentang penjelasan terkait informasi obat flu dan batuk yang mengandung Phenylpropanolamine (PPA)
Selengkapnya...

Keterangan Pers Tentang Penjelasan Lanjutan Terkait Produk Dendeng / Abon Babi

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA

KETERANGAN PERS
TENTANG
PENJELASAN LANJUTAN TERKAIT PRODUK DENDENG/ABON BABI
NOMOR: KH.00.01.1.23.2257
TANGGAL 1 JUNI 2009

Berdasarkan hasil pengawasan lanjutan terhadap produk dendeng/abon babi yang dijual sebagai dendeng/abon sapi, Badan POM RI memberikan penjelasan sebagai berikut :

  1. Bahwa Badan POM RI telah melakukan sampling dan pengujian lanjutan atas 34 (tiga puluh empat) produk hasil olah daging yang terdiri dari 14 (empat belas) dendeng sapi dan 20 (dua puluh) abon sapi. Dari hasil pengujian tersebut ditemukan 4 (empat) dendeng positif DNA babi, yaitu :
No.Nama ProdukNo. PendaftaranProdusenKeterangan
1.Dendeng sapi Dua daun Cabe Kwalitet Istimewa (200 gram)DEPKES RI PIRT 201357303247Malang - IndonesiaMencantumkan Logo Halal, tetapi tidak mempunyai Sertifikat halal.
2.Dendeng Sapi BRENGGOLO Kwalitet Istimewa (200 gram)DEPKES RI PIRT 201357303247Malang - IndonesiaMencantumkan Logo Halal, tetapi tidak mempunyai Sertifikat halal.
3.Dendeng Sapi BRENGGOLO Kwalitet Istimewa - Giling (200 gram) DEPKES RI - PIRT 201357303247Malang - IndonesiaMencantumkan Logo Halal, tetapi tidak mempunyai Sertifikat halal.
4.Dendeng/Abon Sapi Spesial Produk Dua Dinar Bandung (80 gram)DEPKES RI SP 0365/10/01/95Produk Dua Dinar - BandungMencantumkan logo Halal, tetapi tidak mempunyai Sertifikat halal.
  1. Balai Besar/Balai POM RI di seluruh Indonesia telah diperintahkan untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk tersebut diatas.
  2. Bagi masyarakat yang menemukan produk tersebut dapat memberikan informasi kepada Badan POM RI melalui Unit Layanan Pengaduan Konsumen dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau emailulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com.

Demikian penjelasan ini disampaikan untuk disebarluaskan.


Selengkapnya...

Keterangan pers tentang kemasan makanan styrofom

KETERANGAN PERS / PRESS RELEASE
TENTANG
KEMASAN MAKANAN “STYROFOAM”
NOMOR: KH.00.02.1.55.2888
TANGGAL 14 JULI 2009

Menindaklanjuti pengawasan terhadap kemasan makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI perlu memberikan penjelasan tentang kemasan makanan ’styrofoam’ sebagai berikut:

  1. Istilah ’styrofoam’ sebenarnya merupakan merek dagang pabrik Dow Chemicals dari foamed polystyrene atau expandable polystyrene (EPS).
  2. Residu monomer stiren yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas ke dalam makanan yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol, terlebih dalam keadaan panas.
  3. Sejauh ini tidak ada satu negarapun di dunia yang melarang penggunaan ’styrofoam’ atas dasar pertimbangan kesehatan. Kebijakan pelarangan di sejumlah negara berkaitan dengan masalah pencemaran lingkungan. Menurut JECFA-FAO/WHO monomer stiren tidak mengakibatkan gangguan kesehatan jika residunya tidak melebihi 5000 ppm.
  4. Pada saat ini Badan POM RI telah melakukan sampling dan pengujian terhadap 17 jenis kemasan makanan ’styrofoam’. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua kemasan tersebut memenuhi syarat (terlampir).
  5. Sekalipun demikian, dalam rangka melaksanakan tindakan kehati-hatian, masyarakat dihimbau untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
    1. Umumnya kemasan makanan ‘styrofoam’ dapat dikenali dari logo

    2. Jangan gunakan kemasan ‘styrofoam’ dalam microwave.
    3. Jangan gunakan kemasan ‘styrofoam’ yang rusak atau berubah bentuk untuk mewadahi makanan berminyak/berlemak apalagi dalam keadaan panas.
    4. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM RI dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau e-mail ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com atau melihat di website Badan POM, www.pom.go.id
  6. Demikian keterangan ini disampaikan untuk disebarluaskan.




Selengkapnya...

Keterangan pers tentang kemasan makanan dari plastik

KETERANGAN PERS/ PRESS RELEASE
TENTANG
KEMASAN MAKANAN DARI PLASTIK
POLIETILEN (PE) DAN POLIPROPILEN (PP)
NOMOR: KH.00.02.1.55.2889
TANGGAL 14 JULI 2009

Menindaklanjuti pengawasan terhadap kemasan makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI perlu memberikan penjelasan tentang kemasan makanan yang terbuat dari plastik polietilen (PE) dan polipropilen (PP), sebagai berikut:

  1. PE terbuat dari monomer etilen dengan logo untuk High Density Polyethylene atau untuk Low Density Polyethylene, sedangkan PP terbuat dari monomer propilen dengan logo .
  2. Kedua jenis plastik ini mempunyai sifat yang sangat mirip. Dari seluruh jenis kemasan makanan plastik, PE dan PP paling banyak digunakan, dan paling aman dibandingkan dengan jenis kemasan plastik lainnya.
  3. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM RI dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau e-mail ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com atau melihat di website Badan POM, www.po.go.id.
  4. Demikian keterangan ini untuk disebarluaskan.





Lampiran Terkait :

Lampiran kode jenis plastik yang lazim di gunakan untuk kemasan makanan
Selengkapnya...

DBD dan Pencegahannya

Bagi Anda yang tinggal di kawasan endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) harus mengetahui gejala penyakit ini, tujuannya agar bisa memberi pertolongan sedini mungkin. Dengan cara demikian, banyak nyawa yang akan terselamatkan. Provinsi Banten merupakan salah satu dari 7 propinsi di Indonesia yang terbesar jumlah penderitanya. Sumber Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan: Jumlah penderita yang besar terdapat di 7 propinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, Lampung, dan Banten.

DEFINISI

Demam dengue adalah demam virus akut yang disertai sakit kepala, nyeri otot, sendi dan tulang, penurunan jumlah sel darah putih dan ruam-ruam. Demam berdarah dengue/dengue hemorrhagic fever (DHF) adalah demam dengue yang disertai pembesaran hati dan manifestasi perdarahan. Pada keadaan yang parah bisa terjadi kegagalan sirkulasi darah dan pasien jatuh dalam syok hipovolemik akibat kebocoran plasma. Keadaan ini disebut dengue shock syndrome (DSS).

PENYEBAB

Demam dengue dan DHF disebabkan oleh salah satu dari 4 serotipe virus yang berbeda antigen. Virus ini adalah kelompok Flavivirus dan serotipenya adalah DEN-1, DEN-2,DEN-3, DEN-4.

Infeksi oleh salah satu jenis serotipe ini akan memberikan kekebalan seumurhidup tetapi tidak menimbulkan kekebalan terhadap serotipe yang lain. Sehinggaseseorang yang hidup di daerah endemis DHF dapat mengalami infeksi sebanyak 4kali seumur hidupnya.

Dengue adalah penyakit daerah tropis dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti.Nyamuk ini adalah nyamuk rumah yang menggigit pada siang hari. Faktor resiko penting pada DHF adalah serotipe virus, dan faktor penderita seperti umur, status imunitas, dan predisposisi genetis. Salah satu pembawa utama dengue adalah nyamuk Aedes Aegypti. Species ini umum di daerah tropis dan subtropis di seputar dunia. Jenis nyamuk ini berkembang pesat di daerah yang padat penduduk. Salah satu kunci untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan cara mengendalikan nyamuk-nyamuk tersebut.

Selain nyamuk Aedes Aegypti, Nyamuk Aedes albopictus juga bisa menularkan DBD. Bedanya, nyamuk ini hidup di luar rumah/sekolah. Bisa saja, si kecil digigit ketika asyik bermain.

Untuk menghindari perkembangbiakan nyamuk tersebut di lingkungan rumah anda, jangan biarkan ada genangan air. Terutama pada ban-ban bekas, di bawah pot bunga, kaleng-kaleng, ember, drum, botol dan aliran air yang tidak berfungsi dengan baik.

Beberapa peneliti telah mencoba pendekatan lain. Melalui rekayasa genetika, mereka berupaya untuk mencegah virus dengue menggandakan diri dalam air liur nyamuk. Jika ini berjalan sesuai rencana, nyamuk-nyamuk yang telah mengalami rekayasa genetika semacam itu akan meneruskan kepada keturunan mereka ketahanan terhadap dengue. Meskipun ada kemajuan, tetapi belum terlihat seberapa berhasil pendekatan ini nantinya.

GEJALA

Infeksi oleh virus dengue menimbulkan variasi gejala mulai sindroma virus nonspesifik sampai perdarahan yang fatal. Gejala demam dengue tergantung pada umur penderita. Pada bayi dan anak-anak kecil biasanya berupa demam disertai ruam-ruam makulopapular.Pada anak-anak yang lebih besar dan dewasa, bisa dimulai dengan demam ringan atau demam tinggi (>39 derajat c) yang tiba-tiba dan berlangsung selama 2 - 7 hari, disertai sakit kepala hebat, nyeri di belakang mata, nyeri sendi danotot, mual-muntah dan ruam-ruam.

Bintik-bintik perdarahan di kulit sering terjadi, kadang kadang disertai bintik-bintik perdarahan di farings dan konjungtiva. Penderita juga sering mengeluh nyeri menelan, tidak enak di ulu hati, nyeri ditulang rusuk kanan dan nyeri seluruh perut. Kadang-kadang demam mencapai 40 - 41 derajat c dan terjadi kejang demam pada bayi.

DHF adalah komplikasi serius dengue yang dapat mengancam jiwa penderitanya, ditandai oleh : demam tinggi yang terjadi tiba-tiba manifestasi perdarahan hepatomegali/pembesaran hati kadang-kadang terjadi syok manifestasi perdarahan pada dhf dimulai dari tes torniquet positif dan bintik-bintik perdarahan di kulit (ptechiae). Ptechiae

ini bisa terlihat di seluruh anggota gerak, ketiak, wajah dan gusi. juga bisa terjadi perdarahan hidung, perdarahan gusi, perdarahan dari saluran cerna dan perdarahan dalam urin.

Berdasarkan gejalanya DHF dikelompokkan menjadi 4 tingkatan :

  • Derajat I : demam diikuti gejala tidak spesifik. satu-satunya manifestasiperdarahan adalah tes torniquet yang positif atau mudah memar.
  • Derajat II : gejala yang ada pada tingkat I ditambah dengan perdarahan spontan. perdarahan bisa terjadi di kulit atau di tempat lain.
  • Derajat III : kegagalan sirkulasi ditandai oleh denyut nadi yang cepat dan lemah, hipotensi, suhu tubuh yang rendah, kulit lembab dan penderita gelisah.
  • Derajat IV : syok berat dengan nadi yang tidak teraba dan tekanan darah tidakdapat diperiksa. fase kritis pada penyakit ini terjadi pada akhir masa demam.

Setelah demam selama 2 - 7 hari, penurunan suhu biasanya disertai dengan tanda-tanda gangguan sirkulasi darah. penderita berkeringat, gelisah, tangan dan kakinya dingin, dan mengalami perubahan tekanan darah dan denyut nadi. Pada kasus yang tidak terlalu berat gejala-gejala ini hampir tidak terlihat, menandakan kebocoran plasma yang ringan. Bila kehilangan plasma hebat, akan terjadi syok, syok berat dan kematian bila tidak segera ditangani. Kondisi yang buruk bisa segera ditangani dengan diagnosa dini dan pemberian cairan pengganti. Trombositopeni dan hemokonsentrasi sudah dapat dideteksi sebelum demam turun dan terjadi syok.

Pada penderita dengan DSS kondisinya dengan segera memburuk. Ditandai dengan nadi cepat dan lemah, tekanan darah menyempit sampai kurang dari 20 mmhg atau terjadi hipotensi. Kulit dingin, lembab dan penderita mula-mula terlihat mengantuk kemudian gelisah. Bila tidak segera ditangani penderita akan meninggal dalam 12 - 24 jam. Dengan pemberian cairan pengganti, kondisi penderita akan segera membaik. Pada syok yang berat sekalipun, penderita akan membaik dalam 2 -3 hari. Tanda-tanda adanya perbaikan adalah jumlah urine yang cukup dan kembalinya nafsu makan. Syok yang tidak dapat diatasi biasanya berhubungan dengan keadaan yang lain seperti asidosis metabolik, perdarahan hebat di saluran cerna atau organ lain. Perdarahan yang terjadi di otak akan menyebabkan penderita kejang dan jatuh dalam keadaan koma.

DIAGNOSA

Pada awal mulainya demam, dhf sulit dibedakan dari infeksi lain yang disebabkan oleh berbagai jenis virus, bakteri dan parasit. Setelah hari ketiga atau keempat baru pemeriksaan darah dapat membantu diagnosa. Diagnosa ditegakkan dari gejala klinis dan hasil pemeriksaan darah :

  • Trombositopeni, jumlah trombosit kurang dari 100.000 sel/mm3
  • Hemokonsentrasi, jumlah hematokrit meningkat paling sedikit 20% di atas rata-rata.
  • Hasil laboratorium seperti ini biasanya ditemukan pada hari ke-3 sampai ke-7.
  • Kadang-kadang dari x-ray dada ditemukan efusi pleura atau hipoalbuminemia yang menunjukkan adanya kebocoran plasma.
  • Kalau penderita jatuh dalam keadaan syok, maka kasusnya disebut sebagai Dengue Shock Syndrome (DSS).

PENGOBATAN

untuk mengatasi demam sebaiknya diberikan parasetamol. salisilat tidak digunakan karena akan memicu perdarahan dan asidosis. parasetamol diberikan selama demam masih mencapai 39 derajat c, paling banyak 6 dosis dalam 24 jam. kadang-kadang diperlukan obat penenang pada anak-anak yang sangat gelisah. kegelisahan ini bisa terjadi karena dehidrasi atau gangguan fungsi hati. haus dan dehidrasi merupakan akibat dari demam tinggi, tidak adanya nafsu makan dan muntah.

Untuk mengganti cairan yang hilang harus diberikan cairan yang cukup melalui mulut atau melalui vena. Cairan yang diminum sebaiknya mengandung elektrolit seperti oralit. cairan yang lain yang bisa juga diberikan adalah jus buah-buahan.

penderita harus segera dirawat bila ditemukan gejala-gejala berikut :

  • takikardi, denyut jantung meningkat
  • kulit pucat dan dingin
  • denyut nadi melemah
  • terjadi perubahan derajat kesadaran, penderita terlihat ngantuk atau tertidurterus menerus
  • urine sangat sedikit
  • peningkatan konsentrasi hematokrit secara tiba-tiba
  • tekanan darah menyempit sampai kurang dari 20 mmhg
  • hipotensi.

pada tanda-tanda tersebut berarti penderita mengalami dehidrasi yang signifikan (>10% berat badan normal), sehingga diperlukan penggantian cairan segera secara intravena. cairan pengganti yang diberikan biasanya garam fisiologis, ringer laktat atau ringer asetat, larutan garam fisiologis dan glukosa 5%, plasma dan plasma substitute.

pemberian cairan pengganti harus diawasi selama 24 - 48 jam, dan dihentikan setelah penderita terrehidrasi, biasanya ditandai dengan jumlah urine yang cukup, denyut nadi yang kuat dan perbaikan tekanan darah. infus juga harus diberikan kalau kadar hematokrit turun sampai 40% .

bila pemberian cairan intravena diteruskan setelah tanda-tanda ini dicapai, akan terjadi overhidrasi, mengakibatkan jumlah cairan berlebih dalam pembuluh darah, edema paru-paru dan gagal jantung. oksigen diberikan pada penderita dalam keadaan syok. transfusi darah hanya diberikan pada penderita dengan tanda-tanda perdarahan yang signifikan.

PENCEGAHAN

pengembangan vaksin untuk dengue sangat sulit karena keempat jenis serotipe virus bisa mengakibatkan penyakit. perlindungan terhadap satu atau dua jenis serotipe ternyata meningkatkan resiko terjadinya penyakit yang serius.

saat ini sedang dicoba dikembangkan vaksin terhadap keempat serotipe sekaligus. sampai sekarang satu-satunya usaha pencegahan atau pengendalian dengue dan DHF adalah dengan memerangi nyamuk yang mengakibatkan penularan.

aedes aegypti berkembang biak terutama di tempat-tempat buatan manusia, seperti wadah plastik, ban mobil bekas dan tempat-tempat lain yang menampung air hujan. nyamuk ini menggigit pada siang hari, beristirahat di dalam rumah dan meletakkan telurnya pada tempat-tempat air bersih tergenang.

pencegahan dilakukan dengan langkah 3M Plus :

  • Menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi/WC, tempayan, ember dan vas bunga seminggu sekali
  • Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong dan drum
  • Mengubur barang-barang bekas yang ada di sekitar atau diluar rumah yang dapat menampung air hujan seperti seperti kaleng bekas, botol, plastik dan tempurung kelapa ;
  • Plus Tindakan memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk :
  1. dengan membunuh jentik nyamuk demam berdarah ditempat air yang sulit dikuras atau sulit air dengan menaburkan bubuk temephos (abate) atau altosid 2-3 bulan sekali dengan takaran 1 gram abate untuk 10 liter atau 2,5 gram altosid untuk 100 liter air.
  2. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
  3. Mengusir nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk
  4. Mencegah gigitan nyamuk dengan memakai obat nyamuk gosok (repelant),
  5. Memasang kawat kasa pada jendela d an ventilasi
  6. Tidak membiasakan menggantung pakaian di dalam kamar

Di tempat yang sudah terjangkit DHF dilakukan penyemprotan insektisida secara fogging. tapi efeknya hanya bersifat sesaat dan sangat tergantung pada jenis insektisida yang dipakai.di samping itu partikel obat ini tidak dapat masuk ke dalam rumah tempat ditemukannya nyamuk dewasa.

Untuk perlindungan yang lebih intensif, orang-orang yang tidur di siang hari sebaiknya menggunakan kelambu, memasang kasa nyamuk di pintu dan jendela, menggunakan semprotan nyamuk di dalam rumah dan obat-obat nyamuk yang dioleskan.

Jangan pernah menunda untuk pergi ke dokter jika terlihat gejala tersebut diatas terlebih lagi anak-anak yang lebih banyak beresiko.

Sedangkan Kiat-kiat bagi orang yang bepergian ke daerah tropis yang terinfeksi DBD:

  • Kenakan lengan panjang dan celana panjang.
  • Gunakan obat antinyamuk.
  • Jauhi daerah yang sangat padat penduduk.
  • Tinggalah di penginapan yang jendelanya dapat ditutup dan jagalah agar nyamuk tidak masuk.
  • Jika sepulangnya Anda mengalami demam, segera beri tahu dokter kemana Anda telah berpergian.
Selengkapnya...

Dibalik Kemasan Plastik

Memang masyarakat kita punya kebiasaan mengisi ulang botol plastik. Alasannya, sayang membuang kemasan yang masih bagus. Padahal, tidak semua botol plastik boleh dipergunakan kembali. Bahaya kesehatan mengintai dari balik kemasan botol plastik yang diisi berulang-ulang. Mulai dari iritasi kulit, gangguan hormon, saluran pernapasan hingga kanker. Dan, bukan hanya botol plastik saja lho, yang sebaiknya tidak digunakan berulang. Produk plastik lain seperti wadah makan, penutup makanan hingga botol susu, juga perlu dicermati. Kode Penanda Lalu bagaimana mengetahui kemasan plastik mana yang boleh dan tidak boleh digunakan kembali? Umumnya, setiap wadah plastik dicantumi tanda atau kode angka yang menandakan bahan pembuatan kemasan plastik. Kode angka berada di dalam logo daur ulang berbentuk segitiga dan bisa Anda temui di dasar atau bagian bawah kemasan.


Kode-kode itu dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standarization). Tujuannya, untuk memudahkan konsumen mengenali bahaya dan keamanan wadah yang terbuat dari plastik. Nah, tanda pengenal plastik itu sendiri dibagi menjadi 7 kelompok. Apa saja makna yang berada di balik angka-angka tersebut?

Angka 1
Tanda ini biasanya disertai tulisan PET (polyethylene terephthalate). Plastik jenis ini berwarna jernih atau transparan dan banyak dipakai untuk botol air mineral, jus, dan hampir semua botol minuman ringan lain. Yang perlu diperhatikan adalah botol dengan bahan ini direkomendasikan hanya sekali pakai. Mengapa? Pertama, desain leher sempit pada botol membuatnya sulit dibersihkan. Lama kelamaan bakteri dari tangan dan mulut dapat tumbuh di botol. Kedua, bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat atau panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (yang dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang.

Angka 2
Umumnya, kode ini disertai tulisan HDPE (high density polyethylene). Jenis plastik ini memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Biasa dipakai untuk botol kemasan susu berwarna putih, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman digunakan karena kandungan plastiknya mampu mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik dengan makanan atau minuman yang dikemasnya. Meski begitu, sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian saja. Pasalnya, untuk membuat PET dan HDPE digunakan senyawa antimoni trioksida. Senyawa kimia itu mudah masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan. Kontaminasi senyawa dalam periode lama akan menyebabkan iritasi kulit dan saluran pernapasan. Bagi perempuan, senyawa ini bisa meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran.

Angka 3
Inilah jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Pada kemasan yang mengandung plastik jenis ini biasanya tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya serta tulisan V yang berarti PVC (polyvinyl chloride). Plastik ini bisa ditemukan pada pembungkus (wrap) dan beberapa botol minuman kemasan. Jenis ini berbahaya untuk kesehatan karena mengandung DEHA (Di-2-etil-heksilad ipat) yang dapat bereaksi dengan makanan saat bersentuhan langsung. DEHA bisa lumer pada suhu 15 derajat celsius. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas plastik ini berbahaya untuk ginjal, hati dan penurunan berat badan. Sebisa mungkin hindari pemakaian jenis plastik ini. Cari alternatif pembungkus lain saja seperti plastik dari polyethylene atau bahan alami, misalnya daun pisang atau daun jati.

Angka 4
Biasanya ditulis bersama kode LDPE (low density polyethylene). Karakter plastik ini kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dengan permukaan agak berlemak. Terbuat dari minyak bumi dan biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. Pada suhu di bawah 60 derajat Celsius, plastik ini sangat resisten terhadap senyawa kimia. Daya proteksinya terhadap uap air tergolong baik. Namun, kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen. Plastik ini sulit dihancurkan tapi dapat didaur ulang. Bahan ini baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemasnya.

Angka 5
Tulisann PP (polypropylene) biasanya hadir bersama angka ini. Karakteristik plastik ini lebih kuat, transparan yang tidak jernih atau berawan, ringan dengan daya tembus uap yang rendah, memiliki ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. PP adalah jenis bahan plastik terbaik dan aman, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol susu untuk bayi serta wadah plastik yang bisa dipanaskan dalam microwave. Carilah wadah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.

Angka 6
Terbuat dari bahan plastik jenis PS (polystyrene). PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ketika makanan itu bersentuhan dengan wadah. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada perempuan yang berakibat pada masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistem saraf. Selain itu, bahan plastik ini sulit didaur ulang karena memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.

Sumber : www.tangerangkota.go.id

Selengkapnya...

Pentingnya Ruang Terbuka Hijau

Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang pelaksanaannya diarahkan pada pengembangan potensi, inisiatif, dan daya kreasi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia serta diupayakan secara berkelanjutan, berlandaskan kemampuan nasional dengan memanfaatkan segala modal atau sumber daya yang dimiliki guna mewujudkan tujuan nasional, salah satunya adalah meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat, seperti termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Hasil Amandemen Keempat. Hasil-hasil pembangunan harus dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai peningkatan kesejahteraan lahir dan batin secara adil dan merata. Oleh karena itu, pembangunan nasional tidak hanya dilakukan di tingkat pusat saja melainkan di seluruh daerah di Indonesia, termasuk di Kota Tangerang.

Pembangunan di bidang perekonomian merupakan pembangunan yang paling utama di Indonesia. Hal ini dikarenakan keberhasilan di bidang ekonomi akan mendukung pembangunan di bidang kehidupan lainnya. Menyadari hal itu, pemerintah termasuk Pemerintah Kota Tangerang, telah mengeluarkan berbagai kebijakan di bidang ekonomi terkait dengan upaya mendorong iklim investasi, seperti memberikan berbagai kemudahan dalam hal pemberian ijin kepada para pengembang.

Masalah pembangunan dan pelestarian lingkungan sebenarnya merupakan masalah yang dilematis, seolah-olah terdapat semacam konflik antara tujuan pembangunan, khususnya pembangunan ekonomi dengan tujuan kelestarian lingkungan. Hal ini dikarenakan seringkali faktor (kelestarian) lingkungan dikesampingkan/tidak dipedulikan untuk lebih mengedepankan/mengutamakan isu pembangunan nasional yang lebih nyata manfaatnya bagi seluruh masyarakat. Misalnya, sebuah rencana melakukan pembangunan sebuah mall atau apartemen bersubsidi yang diajukan pengembang seringkali kurang memperhatikan kelestarian lingkungan daerah sekitar tempat proyek meskipun proyek tersebut sudah mempunyai AMDAL dan ijin lingkungan terkait lainnya, sehingga tidak sedikit lahan-lahan hijau yang sangat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan dirusak atau dihancurkan untuk mendukung pembangunan sebuah gedung tertentu. Namun sayangnya, baik pengembang maupun pemerintah kurang memperhatikan dampak jangka panjang yang mungkin akan timbul terutama terkait masalah kelestarian lingkungan, akibat banyaknya pembangunan yang dilakukan.

Pembangunan ekonomi memang penting untuk menggerakkan sebuah kota atau desa, namun tujuan utama dari pembangunan ekonomi haruslah ditujukan demi kebaikan warga suatu wilayah pada khususnya dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya dalam jangka panjang tentunya. Perolehan pemkot suatu wilayah dari bisnis tertentu tidak lebih besar daripada harga yang harus dibayar kemudian untuk merehabilitasi/ memperbaiki kerusakan lingkungan yang terjadi. Sekarangpun sebenarnya sudah kita rasakan dampak dari kerusakan lingkungan baik itu di darat seperti kebakaran hutan, banjir, tanah longsor, penyakit menular, maupun di laut seperti pencemaran air laut, matinya flora laut, punahnya ikan dan makhluk hidup laut lainnya, termasuk pula cuaca ekstrim yang kini mulai dirasakan warga Kota Tangerang.

Isu kelestarian lingkungan hidup memang sudah sepatutnya ditujukan bagi kelangsungan kehidupan masyarakat dunia, khususnya bagi kehidupan rakyat Indonesia. Kelestarian lingkungan tidak dapat dimaknai hanya dengan melakukan program reboisasi dan rehabilitasi lahan saja, tetapi mencakup juga aspek lingkungan lainnya seperti pentingnya keberadaan ruang terbuka hijau. Ruang terbuka hijau ialah sebuah elemen penting untuk melestarikan lingkungan hidup. Ruang terbuka hijau merupakan paru-paru kota sekaligus berfungsi sebagai wilayah resapan air. Dengan kata lain, tanpa atau sedikitnya ruang terbuka hijau di suatu daerah, maka bisa dipastikan bahwa setiap musim penghujan datang daerah tersebut akan dilanda musibah banjir karena tidak memadainya wilayah resapan air untuk daerah tersebut.

Sekalipun oleh pemerintah sudah diupayakan payung hukum serta kebijakan mengenai tata pelestarian lingkungan, nyatanya di lapangan kita tidak konsisten dalam memperjuangkan terpeliharanya ekosistem dan kelestarian lingkungan di sekitar kita. Seringkali, kita selalu baru menyadari dampak nyata kerusakan lingkungan setelah melihat dan merasakan sendiri dampak tersebut. Itu pun belum menjamin kita untuk segera bertindak.

Pembangunan berwawasan lingkungan adalah salah satu konsep dalam menyelesaikan konflik yang terjadi antara pembangunan nasional dan pelestarian lingkungan. Dengan pembangunan berwawasan lingkungan, sumber daya alam yang ada yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan nasional diolah dengan bijaksana agar tercipta proses pembangunan yang seimbang, berkelanjutan serta berkesinambungan di Indonesia. Dengan demikian, efek samping dari proses pembangunan yang dapat berupa masalah pencemaran dan kelestarian lingkungan dapat diminimalisir dan dicegah. Upaya kelestarian lingkungan itu tidak harus diinstruksikan oleh pemerintah setempat. Kesadaran individu yang berangkat dari hati nurani adalah kunci utama pembangunan berwawasan lingkungan. Meskipun tidak ada perintah dari pemerintah, kesadaran pribadi dan warga kampung untuk memperhatikan dengan serius dan konkret terhadap (kelestarian) lingkungan sekitarnya tetap harus ditumbuhkembangkan. Pembangunan nasional termasuk pembangunan di Kota Tangerang tetap diprioritaskan, namun harus tetap berwawasan lingkungan.

Selain itu, agenda riil yang bisa dilakukan bersama baik oleh Pemerintah, kelompok swasta maupun seluruh warga adalah dengan program pohonisasi sehingga udara di sekitar kita tetap bersih. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pemerintah bersama-sama dengan seluruh warga menanam pohon-pohon dan tanaman-tanaman (anti-nyamuk) di sepanjang jalan tempat tinggal warga maupun sejumlah tempat lainnya yang telah disepakati bersama. Selain perkampungannya menjadi lebih asri dan enak dipandang mata, polusi udara pun bisa dikurangi.

Menjaga kebersihan dan kelestarian ruang terbuka hijau pun juga merupakan alternatif penting lainnya yang perlu untuk dilakukan. Keadaan beberapa ruang terbuka hijau di Kota Tangerang dapat dikategorikan tidak terawat dengan baik atau dengan kata lain telah terabaikan keberadaannya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya sampah-sampah yang berserakan, perairan seperti sungai kecil yang ada di sekitar tampak kotor dan keruh, dan berbagai kondisi buruk lainnya yang ada di beberapa ruang terbuka hijau yang tidak sesuai dengan peruntukkannya. Ironis memang, tempat yang mempunyai dampak positif bagi kehidupan manusia justru kurang atau tidak dilestarikan.

Akhir kata, upaya menjaga eksistensi ruang terbuka hijau sekaligus menjaga kelangsungan fungsinya adalah sebuah langkah awal yang penting bagi kelestarian lingkungan. Dampak positif yang dirasakan dari menjaga kelestarian lingkungan memang lebih banyak yang bersifat jangka panjang. Namun, upaya ini mendesak sifatnya untuk segera dilakukan guna menjamin kelangsungan hidup baik generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Oleh : Dewi Susanti

www.tangerangkota.go.id

Selengkapnya...

Clean, Green and Blue Kotaku

Menciptakan kota yang bersih, hijau dengan langit biru (clean, green and blue), bebas dari segala pencemaran udara merupakan kewajiban seluruh masyarakat Kota Tangerang. Lingkungan yang bersih, pemandangan hijau ditambah langit biru dengan udara bersih dari berbagai pencemaran, merupakan jaminan untuk hidup sehat.

Kita tidak dapat hidup tanpa udara dan air. Sebaliknya, ada pula kerusakan lingkungan disebabkan oleh aktivitas manusia. Seperti pencemaran tanah, pencemaran air dan pencemaran udara yang akhirnya merugikan manusia itu sendiri.

Pencemaran juga disebabkan masih rendahnya kesadaran kalangan industri serta masyarakat untuk hidup bersih dan sehat dengan kualitas lingkungan yang baik. Masih banyak kalangan idustri yang dalam menjalankan usahanya tanpa memperhatikan aspek lingkungan. Kewajiban pembuatan dokumen dan pelaksanaan UKL (upaya kelola lingkungan) dan UPL (upaya pemantuan lingkungan) tidak dilakukan. Upaya mengurangi pencemaran udara seperti pengaturan cerobang asap, pemasangan filter udara, pemilihan sumber energi yang ramah lingkungan dan penghijauan kawasan industri tidak diindahkan.

Setali tiga uang, tingkat kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat juga masih rendah. Tengok saja, tetangga atau malah kita sendiri sering membuang sampah sembarangan. Tak heran, jika diberbagai sudut Kota Tangerang ini masih kita jumpai ceceran dan onggokan sampah.

Pencemaran udara di kota juga Р ’ disebabkan oleh pembakaran bahan bakarР ’ bensin dan solar dan pembakaran buangan industri. Bahan bakar minyak jenis ini adalah bahan bakar yang tidak ramah lingkungan. BBM ini dikenal sebagai pemicu pencemaran udara nomor satu. Bahan bakar minyak yang dipakai kendaraan bermotor saat ini menghasilkan zat beracun seperti CO2, CO, HC, NOX, dan debu. Di mana dapat menyebabkan gangguan pernapasan, kanker, bahkan Р ’ kemandulan.

Pencemaran udara di Kota Tangerang cenderung meningkat terutama pada jam sibuk pagi hari antara pukul 06.00 dan 09.00 dan jam sibuk sore atau malam hari antara pukul 16.00 dan 19.00. Hal ini antara lain bisa dilihat di kawasan industri Jatiuwung, kawasan Batuceper, dan juga kawasan perumahan di Ciledug. Di dua kawasan industri itu, selain beroperasi pabrik, berseliweran truk kontainer dan trailer. Adapun di perumahan Ciledug, jumlah kendaraan yang melintasi daerah itu relatif banyak dan menimbulkan kepadatan luar biasa. Ditambah lagi seribuan jumlah pabrik yang tersebar di kota ini turut menyumbang terjadinya pencemaran lingkungan.

Menciptakan Kota Tangerang Clean, Green and Blue

Menciptakan Kota Tangerang yang bersih, hijau dengan langit biru dan udara bersih, bertujuan membudayakan hidup bersih dan sehat di kalangan masyarakat guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat itu sendiri. Selain itu, untuk mengendalikan dan mencegah pencemaran udara dan mewujudkan perilaku sadar lingkungan baik dari sumber tidak bergerak (industri) maupun sumber bergerak yaitu kendaraan bermotor.

Meningkatkan peran serta masyarakat untuk menciptakan Kota Tangerang yang bersih dan sehat, diantaranya dengan; memperluas cakupan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Dengan kampanye pengurangan penggunaanР ’ tas/kantong plastik di pusat-pusat perbelanjaan, memberikan penghargaan kepada pusat-pusat perbelanjaan yang berhasil melakukan pengurangan (reduksi) sampah dan diintegrasikan sebagai bagian dari Р Р †Р ‚РРЋРЎ™Tangerang City Green Clean AwardР Р †Р ‚РРЋРЎС™.

Selain itu, meningkatkan kualitas pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dengan menambah jumlah jenis yang dipilah. Mengkampanyekan perubahan perilaku warga kota menjadi Р Р †Р ‚РРЋРЎ™Masyarakat HijauР Р †Р ‚РРЋРЎС™ (Green Lifestyle) di Kota Tangerang. Selanjutnya, mengkampanyekan dan mendorong pengembangan lembaga kemitraan antara para stakeholder untuk pengelolaan lingkungan hidup perkotaan.

Р ’ Di daerah perkotaan, pencemaran gas buang kendaraan bermotor yang semakin hari semakin bertambah akan mengganggu kesehatan. Oleh karena itu, perlu mendorong masyarakat untuk ikut mendukung program ini.

Upaya yang dapat dilakukan oleh pemkot adalah menata manajemen lalu lintas yang baik. Mengusahakan lalu lintas yang lebih lancar untuk menghindari kemacetan. Kemacetan disadari memberi andil terhadap meningkatnya emisi gas buang kendaraan bermotor. Hal ini disebabkan kendaraan yang bergerak pada kecepatan rendah akan mengeluarkan lebih besar gas buang.

Pemkot perlu menggalakan gerakanР ’ penghijauan untuk menyerap CO2 yang dihembuskan oleh pencemaran-pencemaran. Penanaman pohon perindang dan penataan taman-taman kota, dimaksudkan sebagai paru-paru kota yang mampuР ’ berfungsiР ’ untuk menyerap cemaran CO2, SOx, CxHy, kebisingan dan partikulat debu.

Setiap tahun jumlah kendaraan semakin bertambah, untuk itu perlu aturan membatasi mobil-mobil beroperasi ketika angkutan umum massal telah tersedia. Semuanya itu perlu kesadaran masyarakat karena penggunaan mobil pribadi disamping praktis juga karena faktor gengsi, sehingga tidak jarang satu keluarga yang memiliki lebih dari satu mobil.

Dalam jangka panjang perlu dipikirkan upaya aturan usia kendaraan. Sebab, kendaraan yang telah berusia tua banyak proses pembakarannya tidak sempurna, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran. Upaya pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan perlu terus kita galakkan seperti bahan bakar yang bebas Pb, termasuk penggunaan bahan bakar gas. Angkutan umum massal pun haruslah kendaraan yang tak berpolusi, seperti harus menggunakan gas. Demikian juga perlu dimulai penggunaan bahan bakar gas untuk kendaraan pribadi.

Oleh : Surani, S.Sos
www.tangerangkota.go.id
Selengkapnya...

SYAMSUL BLOG: Flu Burung Masih Ancam Kota

SYAMSUL BLOG: Flu Burung Masih Ancam Kota


Selengkapnya...

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

feedburner