Cari Blog Ini

Selasa, Agustus 04, 2009

Asinan Tangerang: Asem, Manis, Pedas, dan Gurih

BUKAN hanya bogor saja yang punya asinan istimewa, di Kota Tangerang kuliner bercita-rasa segar-segar nikmat pun ada. Kuliner itu adalah Asinan Tangerang.
Sebenarnya asinan Tangerang telah berkembang sejak puluhan tahun lalu di kampung-kampung tua Kota Benteng ini. Semisal di Pasar Lama, Pinang, dan Babakan. Asinan berkuah cabe dicampur cuka, garam, dan bumbu kacang ini membuat asinan ini berbeda dengan asinan daerah lainnya.



Meskipun sayur-mayur atau buah yang dimasukkan ke dalam kuah campuran di atas hampir sama dengan asinan lainnya, tetapi asinan Tangerang dahulunya punya kekhasan tersendiri juga, yaitu dengan dimasukkan irisan kentang goreng.
Saat ini, tak banyak ada penjual asinan yang benar-benar bercita-rasa asinan Tangerang. Namun, bila penasaran ingin mencobanya, datanglah ke tepian Jl. KH Hasyim Asyhari, tepatnya di lingkungan RW 05 Kelurahan Nerotog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Kebetulan ada dua penjual asinan khas Tangerang di sana, yaitu Ny. Anisah – akrab dipanggil Mpok Manis dan Ny. Sofiah. Lokasi berdagang keduanya berhadap-hadapan, hanya dipisahkan Jl. KH Hasyim Asyhari.

Khas Rasa Tangerang
Penjual asinan Tangerang ini menuturkan perbedaan asinan Tangerang dengan asinan Betawi atau Bogor, dapat dilihat dari bumbunya. Khas asinan Tangerang memakai bumbu kacang, bukan bawang putih yang biasanya bening.
“Saat di lidah asinan Tangerang, akan terkecap rasa asem, manis, pedas bercampur rasa gurih bumbu kacangnya. Semuanya bersatu di mulut maka akan terasa sedap,” kata Mpok Manis.
“Sayur-mayurnya sendiri bisa memakai ketimun, toge, kol, wortel, sawi dan lobak,” tambah Sofiah. Rasanya akan bertambah nikmat saat asinan sayur ini bertemu dengan kerupuk mie, kerupuk tepung diberi warna kuning yang digoreng secara khusus.
Kemudian untuk asinan buah, isinya bisa memakai buah lobi-lobi, mangga, bengkuang, kedondong dan salak. Bila menyukai asinan buah pilihlah yang masa waktunya telah lama atau berada di dalam kulkas. Pasalnya potongan-potongan buahnya lebih empuk dan enak saat dikunyah. Belum lagi air bumbunya yang menyegarkan mulut.
“Di sini pembeli boleh menambah atau mengurangi rasanya sendiri sesuai selera. Sementara kami membantu mengepaskan rasanya saja,” kata Mpok Manis yang juga mengatakan bila di siang hari pembelinya selalu banyak.
Asinan, baik yang sayur maupun buah per kantong plastik dijual Rp 6.000. Para pembeli sendiri ada yang menyantapnya di warung itu atau dibawa pulang ke rumah. “Kalau untuk arisan atau prasmanan, biasanya pelanggan akan memesannya jauh-jauh hari,” tambah Sofiah.

Pembeli Luar Daerah
Keberadaan asinan khas Tangerang sendiri sebenarnya sudah cukup dikenal. Jangan heran, bila pembelinya tidak hanya datang dari Kota Tangerang dan sekitarnya saja, tetapi juga dari luar daerah.
Semisal pelanggan dari Jakarta, Bali, Manado, atau Padang. Mereka yang hobbi asinan ini, saat datang ke Kota Tangerang, tak mau melewatkan waktu untuk mampir di warung asinan Mpok Manis dan Ny. Sofiah.
Para pembeli yang seringkali datang berrombongan ini, selain menikmatinya di warung, sebagian besar sengaja membeli asinan dalam bungkusan untuk oleh-oleh pulang ke daerahnya. ***

Sumber : www.tangerangkota.go.id

Selengkapnya...

Lepet Asli Tangerang, Bikin Lidah Bergoyang

LEPET adalah makanan dari beras ketan yang dibungkus daun kelapa dengan proses pematangannya direbus. Penganan ini akrab dengan warga Kota Tangerang, bahkan Jabodetabek, khususnya yang dijajakan di tepian di kamoung-kampung, sekolah-sekolah, dan tepian jalan protokol khususnya di bulan Ramadhan.

Tahukan anda bahwa penganan ini ternyata banyak diproduksi warga Kampung Ketapang, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Mulailah dari tangan-tangan termapil warga di sini, lepet menyebar ke banyak kampung, sekolah, dan tepian jalan-jalan protokol di Tangerang dan DKI Jakarta.
Makanan cemilan yang sebelumnya sudah melangka tetapi kini mulai digemari lagi, sebelumnya hanya ditemui bila ada kendurian dan hiburan warga, semisal pertunjukan layar tancap. Yang menjualnya pun para orangtua yang sudah memiliki cucu. Namun kini, lepet sudah banyak diproduksi orang, meskipun tak seasli lepet produksi Ketapang.
Lepet dapat disantap dalam suasana apa saja. Agar lebih mantap biasanya pendamping makanan bulat seperti bantal itu cocoknya dengan telur asin atau kopi. Rasa asli lepet sendiri gurih dan lezat. Yang membuat gurih dan lezat itu adalah karena rasa beras ketannya yang dicampur sari kelapa dan butiran kacang tunggak.
Camun, usia 60 tahun, pembuat lepet, saat dihubungi Rabu (17/6), mengungkapkan agar lepet terasa gurih dan wangi, kelapanya meski diparut dan direbusdengan kayu bakar. “Makin lama merebus biasanya semakin legit,” kata nenek 14 cucu ini.
Proses pembuatannya beras ketan dicuci lalu dimasak, kemudian kelapa diparut. Setelah diadon, beras ketan dibungkus memakai daun kelapa. Selanjutnya direbus selama 2 jam.
Dalam sehari Camun memasak 20 liter beras ketan. Beras sebanyak itu bisa menjadi 1.000 bungkus lepet yang dijual Rp 500. Keluarganya menjual ke pasar Kebon Jeruk di Jakarta Barat dan Kapuk, Jakarta Utara.
Usaha ini sendiri banyak dilakoni warga Ketapang yang telah menjadi nafkah pencarian keluarga mereka. Pesanan pun sesekali datang dari PKK kelurahan, kecamatan, dan Kota Tangerang, termasuk pesanan hajatan warga. ***

Sumber : www.tangerangkota.go.id

Selengkapnya...

Kota Tangerang memiliki 9 situ/danau

Jumlah situ di Kota Tangerang mengalami penurunan. Hal ini akibat perkembangan guna lahan terbangun. Jumlah situ di Kota Tangerang saat ini hanya tinggal 6 (enam) buah lagi itu pun dalam kondisi yang memprihatinkan. Jika tidak ada tindakan konservasi terhadap situ-situ yang tersisa tersebut, dapat dipastikan jumlah situ yang ada akan terus berkurang dan bukan suatu hal yang tidak mungkin keberadaan situ hanya ada dalam sejarah.

Situ adalah suatu wadah genangan air diatas permukaan tanah yang terbentuk secara alami rnaupun buatan, dengan sumber air yang berasal dari air tanah dan atau air permukaan. Situ merupakan salah satu bentuk kawasan lindung setempat (non-hutan). Situ memiliki berbagai fungsi penting, antara lain sebagai tempat parkir air dan kawasan resapan air, sehingga dapat mengurangi volume air permukaan (run off) yang tidak tertampung (penyebab banjir). Disamping itu, situ dapat dimanfaatkan sebagai irigasi, pengimbuh (recharge) air pada cekungan airtanah, cadangan air bersih, perikanan darat, sarana rekreasi, memperindah wajah kota maupun wisata alam.

Situ yang saat ini telah hanya menjadi sejarah adalah Situ Kompeni di Kecamatan Benda, Situ Plawad di Kecamatan Cipondoh dan Situ Kambing di Kecamatan Karang Tengah. Dari situ yang telah hilang ini, Situ Kompeni merupakan situ dengan area terluas mencapai 70 Ha.

Situ yang masih dapat kita nikmati keberadaannya sampai dengan saat ini adalah Situ Cipondoh di Kecamatan Cipondoh, Situ Gede di Kecamatan Tangerang, Situ Cangkring di Kecamatan Priuk, Situ Bulakan di Kecamatan Priuk, Situ Kunciran di Kecamatan Pinang dan Situ Bojong di Kecamatan Pinang. Situ Cipondoh merupakan situ dengan area terluas yang mencapai 142 Ha. Namun demikian, akibat proses alami atau proses non alami, luas areal situ ini semakin berkurang dan hingga saat ini hanya seluas 126,17 Ha. Kedalaman situ-situ ini berkisar antara 2,5 m - 3 m.

Akankah kita membiarkan situ-situ yang tersisa menjadi tinggal nama?atau kita lakukan penyelamatan situ dan pengembangan situ-situ baru yang dapat memberikan banyak kebaikan bagi kota kita tercinta..!?***

sumber : www.tangerangkota.go.id

Selengkapnya...

Keistimewaan Bulan Sya'ban dan Ramadhan

Sesungguhnya untuk yang mau mempelajari bulan demi bulan mengandung kelebihan tersendiri, Ramadhan turunnya Al-Quran, Zulhijjah disebut bulan haji, Nabi Ibrahim mengorbankan anak sendiri Ismail kemudian umat Nabi Muhammad SAW, menamakannya bulan korban. Bulan Rajab Isra’ Mikraj Rasulullah SAW. Bulan Sya’ban meiliki jumlah keistimewaan dan hikmah pula, yakni hikmah dan kebaikan yang dikandungnya. Bulan Sya’ban mendatangi kita tiap tahun guna memberikan kesempatan agar meningkatkan dan melipatgandakan berbagai amal kebaikan. Pada bulan inilah kesempatan bagi kaum muslimin memperbanyak amal ibadahnya serta perbuatan lainnya seperti memberi sedekah fakir miskin, membina anak yatim, memperbanyak puasa sunnat guna melatih diri menghadapi puasa Ramadhan nantinya.

Aisyah istri Rasulullah SAW, menjelaskan sebagai berikut, bahwa selain Ramadhan, Nabi Muhammad SAW, selalu berpuasa pada bulan Sya’ban. Hadis yang diriwayatkan Usmah bin Zaid menjelaskan : “saya bertanya kepada Rasulullah SAW, : Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya tidak pernah melihat engkau memperbanyak puasa sunnat mu pada bulan-bulan yang lain, seperti yang engkau lakukan pada bulan Sya’ban. Rasulullah SAW, menjawab kepadanya dengan mengatakan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan yang terletak antara bulan bulan Rajab dan Ramadhan sering kali orang melupakan fadilah dan keutamaan yang terkandung didalamnya bulan tersebut. Padahal bulan tersebut segala amal perbuatan selama satu tahun diangkat kehadapan Allah SWT. Dan inilah sebabnya kenapa saya banyak berpuasa sunnat pada bulan tersebut, karenanya ingin amal dan perbuatan saya diangkat kehadapan Allah SWT. Dan saya dalam keadaan puasa.

Hadis diatas kemudian diperkuat lagi oleh hadis riwayat Anas ra. ” Orang muslim di zaman Rasulullah SAW, dan sahabatnya selalu meningkatkan bacaan Al-Quran setiap kali memasuki bulan Sya’ban, dan pada bulan Sya’ban jugalah mereka selalu membayar zakat mereka terhadap fakir miskin demi untuk membantu menghadapi bulan Ramadhan dengan jiwa yang tenang”. Kedua hadis Rasulullah itu mengingatkan kaum muslimin menyambut bulan Sya’ban dengan melaksanakan perintah Allah SWT, dan melaksanakan perbuatan yang baik-baik. Bagi mereka yang mendapatkan rezki yang dilebihkan Allah jangan lupa menyisihkan sebagian rezki itu untuk bersedekah dan membayar zakat. Mudah-mudahan Allah SWT, dengan menunjukkan amal ikhlas seorang muslim sejati disisi Allah SWT, akan menurunkan rahmat yang berlimpah kepada manusia dan alam sekitar. Seperti rahmat kesehatan, rahmat kesempatan, rahmat Iman dan rahmat Islam.

Hadis lain tentang keistimewaan bulan Sya’ban ialah kata Aisyah :” saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW, menyempurnakan puasanya satu bulan penuh, selain puasa bulan Ramadhan dan saya tidak melihat pula Rasul SAW, berpuasa dibulan lain, lebih banyak dari bulan Sya’ban”. (Hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim). Keterangan hadis diatas menyelaraskan puasa sunnat yang dilakukan Rasul SAW, pada bulan Sya’ban lebih banyak dilakukan dibanding dengan bulan-bulan lainnya. Kecuali Ramadhan Rasul SAW. Melakukan puasa sunnat, cukup banyak.

Mengapa puasa bulan Ramadhan dilakukan sebulan penuh? Karena puasa pada bulan Ramadhan merupakan puasa yang diwajibkan bagi orang-orang beriman (Al-Baqarah : 183). Berpuasa berarti menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas rahmdan karunia dan nikmat Allah yang kita peroleh. Melalui puasa sunnat dan puasa wajib, berarti kita menyatakan rasa syukur kepada-Nya. Selain berterima kasih itu melalui puasa membuktikan bahwa kita sanggup menahan makan dan minum dan menahan segala hawa nafsu yang menyesatkan disebut hawa nafsu hewani. Dan hikmah puasa lainnya, adalah memberikan pendidikan kepada kita untuk berdisiplin diri dan mendidik pula rasa belas kasihan bagi orang-orang yang tidak mampu dan dengan puasa dapat terjaga kesehatan rohani dan jasmani. Sebaiknya lakukan puasa baik puasa sunnat dibulan Sya’ban maupun puasa wajib di bulan Ramadhan.

Setelah dapat memahami dan menjalankan apa yang terkandung pada bulan Sya’ban jadi istimewa sebagai hadis Rasul SAW, tersebut diatas yang diriwayatkan Usmah bin Zaid, kapan sampai bilangan perjalanan bulan sampai bulan Ramadhan bermodalkan pengalaman di bulan Sya’ban Insya Allah dapat dengan ikhlas mengamalkan ibadah selama bulan Ramadhan nanti ikhlas karena Allah SWT. Benar cara mengerjakan ibadah tersebut, yakni tujuan hendak dicapai redha Allah. Merasakan fakir dalam amal (miskin dalam amal) selama Ramadhan nanti hindari menunda amal shaleh untuk dikerjakan atau mengulur-ngulur waktu shalat umpamanya.

Sumber : http://oyonk.com
www.tangerangkota.go.id

Selengkapnya...

Waspadai Penyakit Pancaroba Pada Anak

Saat pergantian musim terjadi, tubuh beradaptasi ekstra keras menghadapi perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan. Udara yang semula panas-kering, tiba-tiba menjadi dingin-lembap. Kondisi ini, menimbulkan ketidaknyamanan, juga membuat tubuh mudah terserang penyakit. Umumnya musim pancaroba diawali hujan yang tidak merata.Ini menyebabkan sebagian kawasan masih tetap berdebu dan berudara panas.

Selanjutnya, debu dan kotoran yang masih tersisa di kawasan tersebut dengan mudah diterbangkan angin ke kawasan lain, dan menjadi vektor (pembawa) penyakit. Anak-anak, terutama usia balita, termasuk yang rentan penyakit di musim pancaroba. Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin berkembang menjadi gangguan kesehatan yang merugikan.

Demam
Demam adalah salah satu gangguan kesehatan yang kerap diderita anak di musim pancaroba. Ini bisa jadi lantaran baru di musim pancaroba inilah anak-anak digempur serangan berbagai kuman (biasanya virus) secara besar-besaran. Demam bukan penyakit. Melainkan gejala bahwa tubuh tengah membangun pertahanan melawan infeksi. Lebih tepatnya, demam bisa merupakan gejala aneka penyakit. Mulai infeksi ringan sampai yang serius.

Penyakit Saluran Pernafasan

Salah satu penyakit anak di musim pancaroba yang didahului demam adalah penyakit pada sistem pernapasan. Demam yang merupakan gejala penyakit sistem pernafasan biasanya ringan sampai sedang (37,4 – 39,4 derajat Celsius).

Tapi pada beberapa kasus influensa pada anak, demam bisa mencapai 39,9 derajat Celsius. Gejala awal penyakit saluran pernapasan bisa berupa batuk, yang kadang disertai sesak napas. Bisa juga berupa batuk yang disertai pilek, bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh. Bisa juga muncul gejala khusus, yaitu pernapasan yang tidak normal.

Berdasarkan lokasi yang diserang, penyakit ini dibedakan menjadi dua:

• Penyakit saluran pernapasan bagian atas .Umumnya gejala penyakit saluran napas bagian atas lebih ringan, misalnya batuk-pilek. Hanya saja pada kasus tertentu bisa muncul gejala yang serius, misalnya demam yang agak tinggi (pada radang tenggorok) dan toksemia atau keracunan (pada difteri).

• Penyakit saluran pernapasan bagian bawah.

Gangguan di bagian ini bisa memunculkan bronkopneumonia, yaitu radang paru-paru yang berasal dari cabang-cabang tenggorokan yang mengalami infeksi, dan bronkioetitis, yaitu infeksi serius pada cabang terakhir saluran napas yang berdekatan dengan jaringan paru-paru.

Penyakit Saluran Cerna

Di peralihan musim kemarau ke musim hujan, kasus penyakit ini menjadi tinggi lantaran banyaknya debu dan kotoran yang berpotensi menjadi vektor. Penyakit ini juga sangat erat kaitannya dengan pola konsumsi makanan. Sebab penyakit ini umumnya disebabkan kuman atau virus yang biasa mencemari makanan dan minuman, apakah itu makanan buatan rumah ataupun makanan jajanan dari luar rumah. Mengingat pola makan anak yang cenderung semaunya, kemungkinan terjadinya penyakit ini menjadi sangat besar.

Penyakit saluran cerna biasanya didahului keluhan mencret, mual dan muntah. Gejala muntah dan mencret biasanya disertai demam, sakit kepala dan mulas-mulas. Tinja anak mungkin tampak berlendir dan bahkan berdarah (jika penyebabnya bukan infeksi, gejala muntah dan mencret jarang disertai mulas dan tinjanya pun tanpa lendir dan darah).

Agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan, pertolongan pertama biasanya diprioritaskan untuk menghentikan muntah dan mencret. Dan setelah diberi penanganan, dalam 3 hari umumnya keluhan berkurang. Jika tidak, anak perlu mendapatkan penanganan yang lebih serius.



Pencegahan dan Pengobatan

Menjaga asupan makanan anak.
Nutrisi yang cukup - sesuai usia, berat badan dan aktivitas anak Anda - akan meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga tidak mudah terserang penyakit.
Melengkapinya dengan multivitamin.
Suplemen ini mengandung beragam vitamin esensial (yang tidak bisa dibuat sendiri oleh tubuh). Bila diberikan secara tepat – komposisi dan dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan anak – multivitamin bisa membantu meningkatkan ketahanan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit pancaroba.
Pastikan setiap makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut anak adalah yang terjamin kebersihannya. Artinya, selain harus lebih higienis dalam mengolah dan menyiapkan makanan di rumah, bujuklah anak untuk tidak jajan sembarangan.

Sumber : http://www.conectique.com
Selengkapnya...

Waspadai Musim Pancaroba

MUSIM Pancaroba! Demikian masyarakat menyebut iklim saat ini. Hal itu karena seringnya terjadi perubahan cuaca dari terik matahari yang panas di musim yang sudah masuk pada kemarau menjadi hujan lebat kadang disertai petir dan angin ribut dengan udara yang tiba-tiba dingin. Demikian sebaliknya. Suhu udara jadi sering berganti. Pagi dan malam hari yang biasanya dingin menjadi terasa sangat panas. Perubahan cuaca yang drastis ini tentu saja membuat tubuh harus pandai beradaptasi dengan cuaca. Untuk itu dibutuhkan stamina yang prima atau fit. Jika tidak, tubuh menjadi kurang dapat beradaptasi. Inilah yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit terutama bagi mereka yang sering bekerja keras dan kurang beristirahat.

Penyakit yang sering menyerang tubuh di musim pancaroba atau musim peralihan adalah flu, batuk, pilek, demam, gangguan saluran napas atau infeksi saluran pernapasan, radang tenggorokan, masuk angin, influenza, gangguan pencernaan seperti diare, dan tifus abdominalis. Kemunculan penyakit-penyakit tersebut kasusnya menjadi tinggi pada awal perubahan musim pancaroba disebabkan juga banyaknya bakteri atau virus yang mencemari lingkungan sekitar kita ditambah menurunnya daya tahan atau stamina kita pada musim peralihan ini. Berikut ini adalah solusi agar tubuh tetap fit di tengah cuaca yang kurang bersahabat :

Konsumsi makanan bergizi. Daya tahan tubuh yang baik selain butuh makanan yang cukup jumlahnya, juga harus memenuhi semua unsur gizi yang dibutuhkan tubuh yaitu : karbohidrat, lemak,protein, vitamin,dan mineral. Istirahat yang cukup. Tidur 6-8 jam sehari. Kurang istirahat dapat menurunkan daya tahan tubuh kita.
Sempatkan berolahraga secara rutin minimal 3 kali seminggu selama 30 menit.
Konsumsi minuman sulpemen yang tepat. Sebagian besar dari kita sulit memenuhi kebutuhan gizi harian dengan diet yang seimbang, sehingga suplemen penambah stamina diperlukan terutama di musim pancaroba. Pilih minuman penambah stamina yang benar-benar mengandung vitamin B yang lengkap yang diperlukan untuk menjaga stamina tubuh seperti vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B8 dan B12. Selain itu, makanan/minuman energi tersebut dalam kemasannya harus mencantumkan kandungan zat, aturan pakai, masa kadaluarsa dan nomor registrasi badan pengawasan obat makanan (BPOM).
Kelola Stress dengan baik. Hanya dengan belajar mengelolanya secara tepat, kita dapat terhindar dari dampak negatif stress seperti sulit tidur, nafsu makan berkurang yang pada akhirnya mempengaruhi daya tahan tubuh kita.
Perbanyak minum air putih minimal 8 gelas sehari.
Menjaga kebersihan makanan dan minuman, membersihkan sesudah buang air besar atau menjelang makan serta menjaga kebersihan lingkungan, memberantas lalat, nyamuk, kecoa, semut.
Bila terjadi keluhan yang serius, segera pergi ke dokter.
Lakukan tips diatas secara rutin dan berkelanjutan maka kita akan terhindar dari penyakit pancaroba untuk masuk ke dalam tubuh kita.

Sumber :
http://www.analisadaily.com


Selengkapnya...

Senin, Agustus 03, 2009

"Bicycle Tour de Office" Dilakukan Pejabat Dinas Infokom

"KEREN abis…" barangkali sepintas judul di atas akan sangat menarik minat pembaca untuk menyimak tulisan ringan di bawah ini. Tetapi, memang bukan dibuat-buat, para pejabat Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Pemkot Tangerang pada setiap Hari Jumat datang ke kantornya di Gedung Puspem Kota Tangerang dengan bersepeda-ria.

Jadi, biar keren sebut saja kebiasaan di akhir pekan berkantor itu, dengan nama Bicycle Tour de Office. “Kita sudah lakukan ini sejak tiga bulan lalu, sesaat Dinas Infokom diebntuk sesuai SOTK Pemkot Tangerang yang baru,” kata H. Saeful Rohman, Kepala Dinas Infokom Pemkot Tangerang.
Awalnya hanya beberapa pejabat saja di Dinas Infokom yang bersepeda-ria ini, kini jajaran kepala bidang pun turut serta. Sontak banyak rekan-rekan pejabat di Pemkot Tangerang mengacungkan ibu jarinya bagi kebiasaan para pejabat Dinas Infokom di hari Jumat yang menyehatkan jantung dan membugarkan tubuh itu.
Obsesi para pejabat Dinas Infokom atas soal ini adalah agar kebiasaan meraka ini bisa diturut-sertai para pejabat dan pegawai lainnya di Lingkup Pemkot Tangerang.

Biar jalan-jalan protokol dan jalan-jalan lingkungan yang dilewati menjadi ramai dengan bunyi, “kriiing… kriiing… kriiing…” dari bel sepeda para pejabat dan pegawai.

Tour Sepeda Wisata
Mau tahu sejauhmana aktifitas kegemaran bersepeda-ria mereka? Pembaca pasti akan terkejut, karena aktifitas mereka boleh dibilang rada-rada kesohor juga, karena di hari-hari libur panjang mereka biasa melakukan tour sepeda wisata sampai jauhnya puluhan kilometer.

Sebut saja, Tour de Bayah-Cibareno sejauh 35 km, lalu Tour de Cagak-Sumedang sejauh 30 km, atau Tour de Carita sejauh 65 km. Medan yang dilaluinya selain naik-turun, juga jalan mulus-jalan rusak, sampai belokan 90 derajat di sebuah turunan terjal. Konon ada satu di antara mereka yang sampai kebablasan masuk ilalang, akhirnya kudu diurut dahulu baru jalan lagi.

Kalau Kadis Infokom yang memang lebih senior urusan kayuh-mengayuh pedal sepeda, dia bisa menempuh dengan kecepatan rata-rata 25 km per jam. “Kalau saya enggak ketinggalan jauh, lho…” timpal Samsul, Kabid Telematika Dinas Infokom Pemkot Tangerang.

Ato Nuryanto, Kabid Postel Dinas Infokom memaparkan dirinya pun tak terlalu payah dibandingkan Kadis Infokom. “Ada lagi yang lebih payah, sampe-sampe di jalan menanjak, sepedanya didorong, “ha… ha… ha…” semuanya tertawa. Namun tampang mereka di sepeda lengkap dengan helm dan kaos special touring bicycle memang mirip pembalap-pembalap sepeda beneran.

Yang pasti, semua kegarangan dan kepayahan para pejabat ini dalam menaklukan setiap medan terrekam orisinal kamera yang dibawa Asep Tahyudin, staf Dinas Infokom yang sempat hasil rekamannya diperlihatkan kepada penulis. Medan turut-naik dengan kerindangan pohon yang subur mirip hutan memang terlihat menyenangkan dilintasi mereka. Apalagi, suguhan air kelapa hijau sesekali ditemui mereka. Waduh!

Rapat Bawa Sepeda
Direncanakan Kapala Dinas Infokom suatu saat rapat dinas di luar kota, maka peserta rapat akan dimintanya membawa sepeda masing-masing. Sesuai rapat, waktu bisa dimanfaatkan berwisata sepeda mengelilingi kawasan rapat yang tentunya akan dipilih yang menyenangkan dan berhawa segar.

Ya mudah-mudahan saja harapan ini bisa diwujudkan karena bersepeda, selain bisa menyehatkan jantung dan membugarkan tubuh, sisi lainnya santai dengan sepeda pun bisa menghilangkan stress keseharian yang dihadapi banyak pagawai dan pejabat.
Siapa mau ikut, kriiing… kriiing… kriiing. ***

Sumber : www.tangerangkota.go.id

Selengkapnya...

Serba-Serbi Bulan Sya'ban

Alhamdulillah, saat ini kita telah menginjak bulan Sya’ban. Namun kadang kaum muslimin belum mengetahui amalan-amalan yang ada di bulan tersebut. Juga terkadang kaum muslimin melampaui batas dengan melakukan suatu amalan yang sebenarnya tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga dalam tulisan yang singkat ini, Allah memudahkan kami untuk membahas serba-serbi bulan Sya’ban. Allahumma a’in wa yassir (Ya Allah, tolong dan mudahkanlah kami).



Banyak Berpuasa di Bulan Sya’ban

Terdapat suatu amalan yang dapat dilakukan di bulan ini yaitu amalan puasa. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri banyak berpuasa ketika bulan Sya’ban dibanding bulan-bulan lainnya selain puasa wajib di bulan Ramadhan.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun tidak berpuasa sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156). Dalam lafazh Muslim, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya. Namun beliau berpuasa hanya sedikit hari saja.” (HR. Muslim no. 1156). Dari Ummu Salamah, beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Sya’ban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Lalu apa yang dimaksud dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya (Kaana yashumu sya’ban kullahu)? Asy Syaukani mengatakan, “Riwayat-riwayat ini bisa dikompromikan dengan kita katakan bahwa yang dimaksud dengan kata “kullu” (seluruhnya) di situ adalah kebanyakannya (mayoritasnya). Alasannya, sebagaimana dinukil oleh At Tirmidzi dari Ibnul Mubarrok. Beliau mengatakan bahwa boleh dalam bahasa Arab disebut berpuasa pada kebanyakan hari dalam satu bulan dengan dikatakan berpuasa pada seluruh bulan.” (Nailul Author, 7/148). Jadi, yang dimaksud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa di seluruh hari bulan Sya’ban adalah berpuasa di mayoritas harinya.

Hikmah di balik puasa Sya’ban adalah:

1. Bulan Sya’ban adalah bulan tempat manusia lalai. Karena mereka sudah terhanyut dengan istimewanya bulan Rajab (yang termasuk bulan Harom) dan juga menanti bulan sesudahnya yaitu bulan Ramadhan. Tatkalah manusia lalai, inilah keutamaan melakukan amalan puasa ketika itu.
2. Puasa di bulan Sya’ban adalah sebagai latihan atau pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Jika seseorang sudah terbiasa berpuasa sebelum puasa Ramadhan, tentu dia akan lebih kuat dan lebih bersemangat untuk melakukan puasa wajib di bulan Ramadhan. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, hal. 234-243)

Menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban dengan Shalat dan Do’a

Sebagian ulama negeri Syam ada yang menganjurkan untuk menghidupkan atau memeriahkan malam tersebut dengan berkumpul ramai-ramai di masjid. Landasan mereka sebenarnya adalah dari berita Bani Isroil (berita Isroiliyat). Sedangkan mayoritas ulama berpendapat bahwa berkumpul di masjid pada malam Nishfu Sya’ban –dengan shalat, berdo’a atau membaca berbagai kisah- untuk menghidupkan malam tersebut adalah sesuatu yang terlarang. Mereka berpendapat bahwa menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan berkumpul di masjid rutin setiap tahunnya adalah suatu amalan yang tidak ada tuntunannya (baca: bid’ah).

Namun bagaimanakah jika menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat di rumah dan khusus untuk dirinya sendiri atau mungkin dilakukan dengan jama’ah tertentu (tanpa terang-terangan, pen)? Sebagian ulama tidak melarang hal ini. Namun, mayoritas ulama -di antaranya adalah ‘Atho, Ibnu Abi Mulaikah, para fuqoha (pakar fiqih) penduduk Madinah, dan ulama Malikiyah -mengatakan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya (baca: bid’ah). (Lathoif Al Ma’arif, 247-248). Dan di sini pendapat mayoritas ulama itu lebih kuat (rojih). Adapun sanggahan untuk pendapat yang mengatakan bahwa menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat sendirian di rumah tidaklah terlarang adalah sebagai berikut.

Pertama, tidak ada satu dalil pun yang shahih yang menjelaskan keutamaan malam Nishfu Sya’ban. Bahkan Ibnu Rajab sendiri mengatakan, “Tidak ada satu dalil pun yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat yang menganjurkan menghidupkan malam Nishfu Sya’ban. Dan dalil yang ada hanyalah dari beberapa tabi’in yang merupakan fuqoha’ negeri Syam.” (Lathoif Al Ma’arif, 248).

Kedua, ulama yang mengatakan tidak mengapa menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dan menyebutkan bahwa ada sebagian tabi’in yang menghidupkan malam tersebut, sebenarnya sandaran mereka adalah dari berita Isroiliyat. Lalu jika sandarannya dari berita tersebut, bagaimana mungkin bisa jadi dalil untuk beramal[?] Juga orang-orang yang menghidupkan malam Nishfu Sya’ban, sandaran mereka adalah dari perbuatan tabi’in. Kami katakan, “Bagaimana mungkin hanya sekedar perbuatan tabi’in itu menjadi dalil untuk beramal[?]” (Lihat Al Bida’ Al Hawliyah, 296)

Ketiga, adapun orang-orang yang berdalil dengan pendapat bahwa tidak terlarang menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat sendirian sebenarnya mereka tidak memiliki satu dalil pun. Seandainya ada dalil tentang hal ini, tentu saja mereka akan menyebutkannya. Maka cukup kami mengingkari alasan semacam ini dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718). Ingatlah, ibadah itu haruslah tauqifiyah yang harus dibangun di atas dalil yang shahih dan tidak boleh kita beribadah tanpa dalil dan tanpa tuntunan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Al Bida’ Al Hawliyah, 296-297)

Keempat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah mengkhususkan malam Jum’at dari malam lainnya untuk shalat. Dan janganlah mengkhususkan hari Jum’at dari hari lainnya untuk berpuasa.” (HR. Muslim no. 1144) Seandainya ada pengkhususan suatu malam tertentu untuk ibadah, tentu malam Jum’at lebih utama dikhususkan daripada malam lainnya. Karena malam Jum’at lebih utama daripada malam-malam lainnya. Dan hari Jum’at adalah hari yang lebih baik dari hari lainnya karena dalam hadits dikatakan, “Hari yang baik saat terbitnya matahari adalah hari Jum’at.” (HR. Muslim). Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan agar jangan mengkhususkan malam Jum’at dari malam lainnya dengan shalat tertentu, hal ini menunjukkan bahwa malam-malam lainnya lebih utama untuk tidak boleh dikhususkan suatu ibadah di dalamnya kecuali jika ada suatu dalil yang mengkhususkannya. (At Tahdzir minal Bida’, 28). Semoga Allah selalu memberi hidayah kepada kaum muslimin yang masih ragu dengan berbagai alasan ini.

Puasa Setelah Pertengahan Sya’ban

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika tersisa separuh bulan Sya’ban, janganlah berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 738 dan Abu Daud no. 2337) Dalam lafazh lain, “Jika tersisa separuh bulan Sya’ban, maka tidak ada puasa sampai datang Ramadhan.” (HR. Ibnu Majah no. 1651)

Sebenarnya para ulama berselisih pendapat dalam menilai hadits-hadits di atas dan hukum mengamalkannya. Di antara ulama yang menshahihkan hadits di atas adalah At Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al Hakim, Ath Thahawiy, dan Ibnu ‘Abdil Barr. Di antara ulama belakangan yang menshahihkannya adalah Syaikh Al Albani rahimahullah.

Sedangkan ulama lainnya mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits yang mungkar dan hadits mungkar adalah di antara hadits yang lemah. Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah ’Abdurrahman bin Mahdiy, Imam Ahmad, Abu Zur’ah Ar Rozi, dan Al Atsrom. Alasan mereka adalah karena hadits di atas bertentangan dengan hadits, “Janganlah mendahulukan Ramadhan dengan sehari atau dua hari berpuasa.” (HR. Muslim no. 1082). Jika dipahami dari hadits ini, berarti boleh mendahulukan sebelum ramadhan dengan berpuasa dua hari atau lebih.

Al Atsrom mengatakan, “Hadits larangan berpuasa setelah separuh bulan Sya’ban bertentangan dengan hadits lainnya. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri berpuasa di bulan Sya’ban seluruhnya (mayoritasnya) dan beliau lanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan. Dan hadits di atas juga bertentangan dengan hadits yang melarang berpuasa dua hari sebelum Ramadhan. Kesimpulannya, hadits tersebut adalah hadits yang syadz, bertentangan dengan hadits yang lebih kuat.”

At Thahawiy mengatakan bahwa mayoritas ulama memang tidak mengamalkan hadits tersebut. Namun ada pendapat dari Imam Asy Syafi’i dan ulama Syafi’iyah, juga hal ini mencocoki pendapat sebagian ulama belakangan dari Hambali. Mereka mengatakan bahwa larangan berpuasa setelah separuh bulan Sya’ban adalah bagi orang yang tidak memiliki kebiasaan berpuasa ketika itu. Jadi bagi yang memiliki kebiasaan berpuasa (seperti puasa senin-kamis), boleh berpuasa ketika itu, menurut pendapat ini. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, 244-245)

Puasa Satu atau Dua Hari Sebelum Ramadhan

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah mendahulukan Ramadhan dengan sehari atau dua hari berpuasa kecuali jika seseorang memiliki kebiasaan berpuasa, maka berpuasalah.” (HR. Muslim no. 1082)

Berdasarkan keterangan dari Ibnu Rajab rahimahullah, berpuasa di akhir bulan Sya’ban ada tiga model:

Pertama, jika berniat dalam rangka berhati-hati dalam perhitungan puasa Ramadhan sehingga dia berpuasa terlebih dahulu, maka seperti ini jelas terlarang.
Kedua, jika berniat untuk berpuasa nadzar atau mengqodho puasa Ramadhan yang belum dikerjakan, atau membayar kafaroh (tebusan), maka mayoritas ulama membolehkannya.
Ketiga, jika berniat berpuasa sunnah semata, maka ulama yang mengatakan harus ada pemisah antara puasa Sya’ban dan Ramadhan melarang hal ini walaupun itu mencocoki kebiasaan dia berpuasa, di antaranya adalah Al Hasan Al Bashri.

Namun yang tepat dilihat apakah puasa tersebut adalah puasa yang biasa dia lakukan ataukah tidak sebagaimana makna tekstual dari hadits. Jadi jika satu atau dua hari sebelum Ramadhan adalah kebiasaan dia berpuasa –seperti puasa Senin-Kamis-, maka itu dibolehkan. Namun jika tidak, itulah yang terlarang. Pendapat inilah yang dipilih oleh Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad dan Al Auza’i. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, 257-258)

Kenapa ada larangan mendahulukan puasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan? Pertama, jika berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan adalah dalam rangka hati-hati, maka hal ini terlarang agar tidak menambah hari berpuasa Ramadhan yang tidak dituntunkan. Kedua, agar memisahkan antara puasa wajib Ramadhan dan puasa sunnah di bulan Sya’ban. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, 258-259)


Sumber : At Tauhid edisi V/30 ; Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

http://buletin.muslim.or.id dan www.tangerangkota.go.id

Selengkapnya...

Mengubah Sampah Menjadi Berkah

Tak selamanya sampah harus dibuang begitu saja. Dengan sentuhan kreatif, sampah plastik dapat dijadikan aneka produk bernilai ekonomis. Seperti yang dihasilkan Maria Septriana, ibu rumah tangga dari Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini. Kegiatan tersebut bermula dari keprihatinan Maria tentang ratusan ton sampah plastik yang tiap hari menumpuk tanpa dapat diurai. Ia kemudian mengajak ibu-ibu di lingkungannya untuk mengumpulkan berbagai macam produk sampah plastik. Seperti bungkus minyak goreng, pewangi pakaian, sampo, dan kemasan sachet minuman.


Tak kurang dari 50 kilogram sampah tiap dua pekan berhasil diolah. Setelah dibersihkan, sampah-sampah plastik tersebut dibentuk menjadi aneka produk berharga, seperti bantal, tas plastik, dompet, dan berbagai macam produk lainnya. Produk tas dijual dari mulai Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu. Sementara dompet dihargai Rp 5 ribu. Selengkapnya simak dalam video berita berikut.

Sumber : www.liputan6.com
Selengkapnya...

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

feedburner